Kabid Tantribum Satpol PP Tulungagung Agung Setyo Widodo mengatakan, ada tiga PPKS yang diamankan oleh tim gabungan. Sebenarnya, mereka setiap hari berpatroli, tetapi para PPKS hanya dibina dengan teguran di tempat. Sementara pada operasi gabungan kemarin dilakukan pendataan hingga pembinaan.
Simpang empat Gleduk menjadi sasaran pertama tim gabungegan. Tanpa aba-aba, petugas langsung merangkul pengamen laki-laki yang membawa gitar dan seorang perempuan yang sama-sama berasal dari Pasuruan. Setelah itu, petugas ke simpang empat Prayit menangkap Sw yang tengah mengemis dan langsung dibawa masuk ke truk satpol PP.
Pihaknya langsung melakukan pendataan di kantornya dan memberikan pembinaan. Setelah itu, tiga PPKS itu diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung untuk pembinaan lebih lanjut agar dapat mengais rezeki yang layak. “Kami melakukan patroli setiap hari. Namun, operasi gabungan dilakukan seminggu dua kali. Mereka berasal dari luar kota, yakni Kediri dan Pasuruan. Menurut mereka, Tulungagung menjadi kota yang ramah pengemis,” terangnya.
Satpol PP masih banyak menemui pelaku PPKS di jalanan, meskipun sudah sering ditertibkan. Namun setelah itu, dia kembali lagi di tempat tersebut. Bahkan, ada PPKS yang meresahkan masyarakat hingga beberapa waktu lalu viral di media sosial (medsos). Yaitu, pengemis yang memaksa meminta uang kepada pengendara.
Sementara itu, Kepala Dinsos Tulungagung Wahid Mansyur menjelaskan, setelah tim gabungan melakukan pendataan, pihaknya sempat bertanya-tanya kepada ketiga pelaku PPKS. Ternyata salah satunya ada yang mengaku berdomisili di Kecamatan Tulungagung, tetapi memiliki KTP luar kota. Karena itu pihaknya masih berkoordinasi, apakah mereka telah dapat bantuan sosial atau belum. “Nantinya kami mengecek keberadaan mereka. Pemerintah sudah banyak memberikan bansos sehingga mereka tidak semestinya melakukan pekerjaan tersebut. Kami akan menyuruh mereka untuk membuat surat penyataan di depan aparat setempat agar tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya. (jar/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah