Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ngaplo, 22 Calon PPPK Guru di Tulungagung Gagal Dapat Penempatan Tugas

Nurul Hidayah • Jumat, 5 Mei 2023 | 16:59 WIB
Photo
Photo
TULUNGAGUNG – Puluhan tenaga pendidik terpaksa menerima pembatalan penempatan pada prosesi peningkatan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2022. Namun, dari puluhan tenaga pendidik tersebut, terdapat satu orang yang berhasil menyanggah hingga mendapatkan formasi pada penyelenggaraan rekrutmen tersebut.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Ardian Candra mengatakan, setidaknya terdapat 22 orang tenaga pendidik yang terkena pembatalan penempatan pada prosesi peningkatan status PPPK.

Menurut dia, penyebab pembatalan penempatan dari puluhan tenaga pendidik hanya diketahui oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung. “Yang dibatalkan kemarin ada 22 orang. Datanya di BKPSDM,” jelasnya, kemarin (4/5).

Kemudian dari 22 orang tenaga pendidik tersebut, terdapat 1 orang yang berhasil menyanggah di Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Alhasil, satu orang tersebut berhasil mendapatkan formasi penempatan pada penyelenggaraan PPPK tahun 2022 kemarin. “Kami belum tahu penempatannya,” ucapnya.

Dia menegaskan, kini prosesi pengangkatan PPPK tahun 2022 telah sampai pada tahap pemberkasan. Proses pemberkasan ini ditangani langsung oleh BKPSDM Tulungagung. Diketahui, total tenaga pendidik yang berhasil beralih status menjadi PPPK ada 1.433 orang. “Totalnya ada 1.433 tenaga pendidik, baik dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Semua formasi telah terisi,” paparnya.

Disinggung perihal pelantikan dari pengangkatan PPPK tahun 2022 tersebut, dia mengaku, berdasarkan pengalaman sebelumnya, setidaknya pelantikan PPPK tahun 2022 masih akan berlangsung sekitar 5 sampai 6 bulan dari proses pemberkasan. Namun, pihaknya berharap pelaksanaan pelantikan PPPK itu tidak akan selama perkiraan tersebut. “Kalau yang sudah-sudah itu sekitar lima sampai enam bulan setelah pemberkasan. Ya mudah-mudahan tidak selama itu,” ungkapnya.

Dengan diangkatnya 1.433 tenaga pendidik PPPK, kebutuhan tenaga pendidik di Tulungagung mengalami penurunan. Berdasarkan data sebelumnya, kebutuhan tenaga pendidik di tahun 2022 mencapai 2.500 tenaga pendidik. Setelah diangkat 1.433 PPPK, kebutuhan guru menyisakan 40 persen atau sekitar 1.067 tenaga pendidik. “Jadi kekurangannya masih ada sekitar seribu lagi. Itu mulai dari lembaga pendidikan SD hingga SMP. Kalau untuk tahun ini kita belum tau ada usulan lagi atau tidak, tetapi insyaallah ada,” tutupnya. (mg2/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah
#tulungagung #calon pppk #gagal penempatan #guru