Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mulai Masuk Musim Kemarau, Ini Langkah Kesiapan BPBD Tulungagung

Nurul Hidayah • Selasa, 9 Mei 2023 | 17:16 WIB
FOTO : SATRIA CAHYONO/RATU/RADARTULUNGAGUNG
FOTO : SATRIA CAHYONO/RATU/RADARTULUNGAGUNG
TULUNGAGUNG - Usai didera hujan dengan intensitas tinggi sejak akhir tahun lalu hingga April. Pada Mei 2023 ini, secara bertahap di beberapa daerah memasuki musim kemarau. BPBD Tulungagung memetakan daerah rawan bencana kekeringan dan angin puting beliung.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun 1 Juanda, Oky Sukma Hakim mengatakan, saat ini sebagian wilayah di Jawa Timur (Jatim) telah memasuki musim kemarau. Hal itu termasuk Tulungagung, karena dalam beberapa minggu terakhir terik matahari menyengat. Meskipun, suhu maksimal harian hanya mencapai 32 derajat Celcius.

“Untuk Tulungagung bagian tengah, kami perkirakan masuk musim kemarau pada Dasarian I bulan Mei atau periode awal Mei. Sedangkan Tulungagung bagian utara dan selatan memasuki musim kemarau pada Dasarian II bulan Mei atau periode pertengahan Mei,” kata Oky yang dihubungi kemarin (8/5).

Dia melanjutkan, Tulungagung bagian tengah yang meliputi Kecamatan Tanggunggunung dan Kalidawir mengalami sifat musim kemarau di bawah normal. Dengan curah hujan sedikit, hanya 200 hingga 300 mili liter (ml) tiap hari. Dengan diperkirakan puncak musim kemarau pada Juli, sama seperti Tulungagung selatan.

Sedangkan Tulungagung bagian utara yang terdiri dari Kecamatan Sendang dan Pagerwojo memiliki sifat musim kemarau di atas normal. Maka masih berpotensi terjadinya hujan tiap hari lebih dari 600 ml. Dengan puncak musim kemarau pada daerah tersebut terjadi pada Agustus mendatang.

“Daerah yang telah memasuki musim kemarau ini terjadi karena kondisi monsun Australia yang dingin dan kering itu telah aktif, sehingga angin yang melewati Jatim cenderung dari arah timur hingga tenggara,” terangnya.

Dia menyebut, sesuai prospek cuaca mingguan yang baru dirilisnya, dalam sepekan ini cuaca secara umum di Tulungagung dan daerah lain di Jatim, cerah hingga berawan. Namun masih ada potensi hujan ringan hingga lebat pada siang, sore, atau malam hari di beberapa daerah.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung Mohammad Fairuza Alhida mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari BMKG ada kemarau panjang. Dengan begitu telah mengantisipasi bencana yang terjadi seperti kekeringan dan bencana angin.

“Kami telah menyiapkan bantuan air bersih untuk mengantisipasi kekeringan, dengan alat dan air yang disediakan. Daerah bencana kekeringan, masih sama seperti tahun lalu. Yakni di Kecamatan Tanggunggunung dan Kalidawir,” terangnya.

Menurut dia, bencana kekeringan ini tidak berubah karena melihat kondisi dari geografis dan tanah yang di lokasi tersebut. Berbeda dengan daerah yang mengalami bencana angin bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi atmosfer. Apalagi Tulungagung masih berpotensi terjadinya bencana angin kencang di awal musim kemarau ini.

Masih berpotensi terjadinya hujan secara tiba-tiba, meskipun didominasi cuaca panas hingga berawan. Cuaca yang sering berganti-ganti itu bisa menyebabkan bencana angin kencang, yang patut diwaspadai masyarakat. (jar/din/rka) Editor : Nurul Hidayah
#tulungagung #kemarau #cuaca #musim