Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Turun Gunung, Satgas Identifikasi Pembebasan Lahan Tol Kediri- Tulungagung

Nurul Hidayah • Selasa, 9 Mei 2023 | 17:50 WIB
Photo
Photo
TULUNGAGUNG - Satuan tugas (satgas) A dan satgas B mulai turun gunung mengidentifikasi setiap lahan yang akan dilewati pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Warga terdampak, kini sedang menunggu hasil appraisal yang menentukan harga lahan maupun bangunan mereka yang terkena proyek strategis nasional itu.

Berdasarkan data dihimpun di lapangan, jalan Tol Kediri-Tulungagung melewati 23 desa pada 4 kecamatan di Tulungagung. Sekurang-kurangnya, 5.158 bidang tanah akan dibebaskan dengan sekitar 1.000 kepemilikan mulai dari bidang tanah milik perseorangan sampai milik Pemkab Tulungagung.

Salah satu warga yang tanah dan bangunannya terdampak pembangunan tersebut adalah Kartiko, warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman. Kartiko menuturkan, ada dua buah bidang tanah dan bangunan miliknya menjadi jalur pembangunan jalan tol itu. Termasuk separo rumah yang telah ditinggali selama ini, sehingga mau tidak mau, harus merelakan untuk berpindah rumah. “Ada dua tempat milik saya yang terdampak, semuanya berdiri bangunan. Satu tempat terkena separo dan satunya lagi full (bangunan/tanah) terdampak,” ungkap Kartiko.

Pada perkembangannya, lanjut dia, sudah didatangi oleh satgas A pembebasan lahan yang bertugas untuk menginventarisasi dan identifikasi objek tanah melalui pengukuran dan pemetaan bidang tanah. Lalu pada beberapa waktu lalu, satgas B yang mengurusi masalah yuridis kepemilikan tanah sudah datang. Satgas B juga menghitung bangunan di atas lahan miliknya termasuk pohon tegakan yang memiliki nilai tersendiri.

“Satgas A dan satgas B sudah selesai melakukan identifikasi, tinggal menunggu hasil appraisal. Dari informasi yang saya dapat hasilnya (appraisal, Red) akan turun pada minggu-minggu ini. Tapi mungkin waktu setiap desa berbeda-beda tergantung dengan kelengkapan data,” ungkap Kartiko.

“Kalau wilayah persawahan yang terkena tidak begitu rumit perhitungannya, tapi kalau ada bangunan dan tegakannya mungkin agak lama,” sambungnya.

Dari sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pemrakarsa, Kartiko menjelaskan, masalah harga sepenuhnya akan diserahkan tim appraisal. Akan tetapi apabila masyarakat terdampak merasa kurang pas dengan harga yang dimunculkan, maka akan diberi kesempatan selama 14 hari untuk melakukan proses negosiasi kembali. “Kalau harga yang keluar tidak pas dihati, masih bisa negosiasi lagi nantinya,” tuturnya.

Sebelum dua satgas itu turun tangan, masyarakat terkena juga diminta untuk mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk proses pembebasan lahan. Termasuk Kartiko, surat-rusat maupun legalitas yang berkaitan dengan tanah dan bangunan miliknya sudah juga telah dipersiapkan.

“Sebelumnya saya sudah mempersiapkan surat-surat, legalitas terkait tanah dan bangunan yang hendak diganti pemrakarsa pembangunan tol itu,” tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi mengenai perkembangan pembebasan lahan melalui pesan singkat dan telepon pada Senin (8/5) kemarin, ketua tim pengadaan tanah jalan tol Kediri- Tulungagung, Zulfawardi, belum bisa memberikan keterangan. (nul/din/rka) Editor : Nurul Hidayah
#kediri #lahan #tulungagung #kota marmer #tol #satgas