Lantaran pameran ini mengisahkan tujuh pohon beringin, pihaknya juga harus berkolaborasi dengan tujuh seniman. Angka 7 dipilih karena dianggapnya sebagai angka penolong atau pitulungan dan dikaitkan dengan filosofi kiblat papat lima pancer.
Dari situ, Benny sempat mengunjungi beberapa tempat yang dapat menangani banjir. Seperti di utara ada tempuran, selatan ada Bendungan Niyama, di barat ada Bendungan Wonorejo, dan di timur ada dam Tulungagung.
“Tujuh karya yang dipamerkan berbeda-beda jenisnya. Ada fotografi dan arsip, ada ilustrasi, ada 3D animasi, performance, instalasi kostum penari, dua skrining film, dan ada satu karya suara. Berkolaborasi dengan seniman Tulungagung dan luar kota,” tuturnya.
Dari pameran ini, harapannya ingin berbagi hal-hal yang telah ditelusuri terkait pengelolaan banjir di Tulungagung. Dengan begitu, bisa dilakukan penanganan ke depannya yang dapat menjaga atau mengatasi bencana tersebut. “Dengan sederhana, tidak membuang sampah di sungai,”pungkasnya. (jar/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah