Terdapat dua bangunan di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, yang terdampak bencana angin kencang kemarin. Di antaranya, rumah makan dan rumah warga yang berada di baratnya.
“Kejadian angin kencang sekitar pukul 14.15 WIB, saat itu memang sedang hujan cukup deras. Saat itu ada suara gradakan dan kejadiannya cepat. Saya sedang salat di musala, tidak terlalu sadar ada kejadian itu,” jelas Wiji Astuti, warga Desa Bolorejo yang terdampak bencana angin kencang.
Menurut dia, ruang tamu dan garasi mobil paling parah terdampak angin karena genting rusak. Beruntung, bagian ruang keluarga hingga ke balakang masih aman dari terpaan angin kencang. Pihaknya memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta, karena banyak kerangka yang patah hingga membuat plafon jebol.
“Garasi saya gentingnya habis dan plafon ruang tamu ada yang jebol. Saya langsung menyuruh orang untuk memperbaiki karena banyak barang di ruang tamu. Perbaikan dilanjutkan lagi besok pagi (hari ini, Red),” tuturnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Gilang Zelakusuma menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, hujan disertai angin memang melanda Kecamatan Kauman.
Tidak hanya itu, angin juga mengakibatkan pohon tumbang sekitar pukul 14.30 di dua titik di Desa Batangsaren, tepatnya di timur perempatan Cuiri. Kemudian di jalan Srabah masuk Desa Pucangan ada dua pohon yang tumbang hingga sempat terjadi kemacetan ke arah Pagerwojo, tetapi bisa dievakuasi oleh BPBD, damkar, dan PLN. “Sempat terjadi kemacetan sebentar, kurang lebih 45 menit. Untungnya arus lalin tidak ramai sehingga tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan,” terangnya.(jar/c1/din/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana