Humas DAOP 7 Madiun Supriyanto mengatakan, anak perusahaan KAI yakni KAI Commuter yang mengelola KA lokal akan mengaktivasi tiga stasiun di DAOP 7, termasuk Stasiun Ngujang. Hal itu karena okupansi penumpang di daerah tersebut tinggi.
“Selain Stasiun Ngujang, ada dua stasiun lain yakni Stasiun Pakisaji di Malang dan Stasiun Purwoasri di Kediri. Namun, kereta api (KA) jarak jauh tidak dilayani. Meskipun berhenti, hanya digunakan untuk persilangan rel KA yang berlawanan. Itu lantaran di jalur daerah Tulungagung-Kediri tidak ada double track,” ujar Supriyanto.
Maka dari itu, penumpang KA jarak jauh harus tetap melakukan pembelian tiket atau naik turun dari Stasiun Tulungagung. Lantaran, Stasiun Ngujang masih berstatus kelas III/kecil sehingga tidak bisa melayani penumpang jarak jauh.
Selain itu, dengan aktivasi Stasiun Ngujang ini, semua lima stasiun di Tulungagung aktif dalam pelayanan penumpang. Mulai dari Stasiun Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, Tulungagung, dan Ngujang yang berada paling utara. Namun, PT KAI Commuter juga akan melihat perkembangan ke depan, apakah okupansinya banyak atau tidak. Jika terjadi tinggi atau rendahnya okupansi, maka bisa saja akan ada pertimbangan lain.
Sementara itu, Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan KA yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api. Mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan KA.
“Sekarang masih menggunakan Gapeka 2021. Gapeka ini berganti dalam beberapa tahun sekali, bisa dua tahun, setahun, bahkan pernah lima tahun. Pertimbangannya ada beberapa perubahan perjalanan yang berdampak pada pengurangan waktu tempuh,” ungkapnya.
Jika sebelumnya kecepatan KA hanya 100 km/jam, sekarang bisa mencapai 120 km/jam. Selain itu, ada penambahan jembatan dan double track di Bandung dan Jabodetabek. Pertimbangan itu berdampak harus digantinya Gapeka 2021 ini.
Salah satu manfaat yang dapat dirasakan penumpang pada Gapeka 2023 adalah efisiensi waktu perjalanan KA. Terdapat percepatan waktu tempuh perjalanan KA jarak jauh sebesar total 2.727 menit per hari. Rinciannya, efisiensi 335 menit pada KA Cargo, 405 menit pada KA eksekutif, 1.433 pada KA eksekutif campuran, dan 554 menit pada KA ekonomi. (jar/c1/din/rka) Editor : Intan Puspitasari