Pemuda berusia 22 tahun ini mengaku mengenal situs judi online pertama kali lantaran lingkaran pertemanannya. Melihat rekannya menang besar pada permainan slot tersebut membuatnya terpacu untuk mencoba peruntungan. “Awalnya teman saya itu menang kira-kira hampir Rp 10 jutaan. Nah di situ mulai tertarik dan mencoba daftar ke situs itu,” jelasnya kemarin (18/5).
Pada awalnya uang-uang hasil kerja menjadi salah satu pekerja lepas sedikit demi sedikit diputar di situs judi online tersebut. Bermula dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu setiap hari setor untuk memutar slot pada situs tersebut. “Awalnya uang-uang hasil dari kerja saya depositkan ke situs. Sebenarnya tidak pasti, sekitaran Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per hari,” ucapnya.
Namanya hukum judi, tak berselang lama dia pun mendapatkan jackpot dengan hadiah sebesar Rp 5 juta. Kemenangan pertama itulah membuatnya semakin terpacu untuk meningkatkan taruhannya. Alhasil setelah kemenangan tersebut merasa kecanduan akan game judi tersebut. “Sekitar 10 harian itu langsung dikasih menang, totalnya ada Rp 5 jutaan. Namanya dikasih menang ya pasti nagih dan saya tambah taruhannya dengan harapan bisa menang lebih banyak lagi,” paparnya.
Pada masa-masa itu, dalam satu hari saja dia bisa deposit hingga Rp 1 juta. Bahkan ketika tidak mengantongi uang pun memberanikan diri untuk berutang agar dapat memainkan game di situs judi online tersebut. “Saya sempat utang ke taman itu totalnya sekitar Rp 15 jutaan. Untuk menuntaskan hasrat bermain judi online itu,” ungkapnya.
Parahnya uang kuliah yang dikirim oleh orang tuanya pun ia putar masukkan ke situs judi tersebut. Kini ia terpaksa menunda 3 semester perkuliahannya akibat kecanduan permain judi itu. Tak hanya itu, orang tuanya tidak mengetahui bahwa dirinya sedang terlilit banyak utang dan menunda perkuliahannya. “Uang kuliah itu per semester sekitar Rp 2,5 jutaan, jadi totalnya Rp 7,5 juta. Semuanya saya habiskan di situs judi itu,” ucapnya.
Puncaknya, ketika Idul Fitri teman semasa kecilnya yang kebetulan satu kelas dengan AN silaturahmi ke kediamannya. Lalu ditanyailah bagaimana kuliah AN oleh orang tuanya. Pada momen itu menjadi tamparan bagi AN lantaran merasa bersalah dengan orang tuanya karena telah menggadai masa depannya demi rasa candunya terhadap game judi tersebut. “Dari situ ketahuan semuanya. Alhamdulillah saya masih diberi peringatan melalui teman saya itu,” paparnya. Harapan menang besar dengan menaikkan taruhan sudah bukan menjadi mimpinya. Kini pria asal wilayah pesisir Tulungagung itu memilih untuk meneruskan bisnis orang tuanya dan berhenti untuk mengadu nasib pada situs judi tersebut. “Mulai kejadian itu jadi tersadar Mas, ternyata uang segitu itu banyak. Baru mulai terasa setelah mengetahui sendiri susahnya nyari uang. Kalau dulu meski pun bekerja kan masih tetap dapat sangu,” tutupnya. (ziz/din) Editor : Dharaka Russiandi Perdana