Manajer Manajemen Kualitas PG Modjopanggoong, Juli Tri Hariyadi mengatakan, menghadapi giling tahun ini PG Modjopanggoong telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan tebu yang layak giling dan yang layak tebang dilakukan analisis untuk jadwal tebang.
Selain itu, PG Modjopanggoong juga mempersiapkan kondisi pabrik untuk lebih maksimal dalam proses giling. Mulai dari gilingan sampai pengemasan dipersiapkan dengan matang. “Alhamdulillah, saat ini pabrik sudah siap melaksanakan proses giling 2023,” tutur Juli, sapaannya.
Dia menjelaskan, untuk giling tahun ini, PG Modjopanggoong menargetkan rendemen 7,75 persen dengan tebu yang digiling sebanyak 350 ribu ton. Target tersebut diharapkan dapat melebihi target yang telah ditetapkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Ketersediaan stok tebu untuk tahun ini diambil dari eks PTPN dan tebu rakyat. Tebu dari eks PTPN sekitar 10 sampai 15 persen. Sisanya tebu rakyat dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar.
Dengan begitu, dia optimistis giling tahun ini akan berjalan lancar dan mendapat hasil maksimal. Serta melebihi target yang ditetapkan sehingga dapat membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. “Semua sudah terkondisikan dengan baik, dan Insyaallah giling PG Modjopanggoong tahun ini berjalan lancar,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Serikat Pekerja PG Modjopanggoong Abdul Basir berharap untuk proses giling tahun ini kinerja lebih baik dari tahun kemarin.
Menurut dia, kesejahteraan karyawan tergantung dari hasil pabrik itu sendiri. Maka, serikat pekerja memiliki motivasi agar kinerja pabrik tahun ini meraih laba yang bagus sehingga karyawan akan sejahtera, serta dapat berkontribusi pisitif terhadap lingkungan sekitar. “Pabrik untung, petani pun sejahtera,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelum memulai proses giling, PG Modjopanggoong memiliki beberapa tradisi yang sudah dilestarikan sejak dulu. Salah satunya, prosesi Manten Tebu. Prosesi Manten Tebu pun telah dilakukan pada Sabtu (20/5) kemarin. Tentunya tradisi ini memiliki makna khusus bagi PG Modjopanggoong, yaitu demi kelancaran serta keselamatan selama proses giling. Setelah prosesi manten tebu dibawa ke mesin penggilingan untuk di giling, acara dilanjutkan dengan resepsi di Gedung Pertemuan PG Modjopanggoong. Di situ digelar acara layaknya resepsi pernikahan, serta dihadiri sejumlah tamu undangan. Tak lupa, sebagai ungkapan syukur, PG Modjopanggoong membagikan santunan kepada anak yatim di beberapa yayasan. (yos/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah