Dia mengatakan, Pancasila telah menunjukkan kesaktiannya sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Berbagai tantangan dalam kehidupan masyarakat harus dihadapi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hari Lahir Pancasila harus dijadikan refleksi bagi setiap masyarakat untuk menjadi manusia Pancasilais yang saling tenggang rasa, saling menghormati, dan menyebarkan kasih sayang.
dimeriahkan berbagai pakaian adat nusantara dan keturunan raja.
“Pancasila ini memang memaknai kehidupan bangsa Indonesia,” ungkapnya, setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 di halaman kantor Pemkab Tulungagung, kemarin (1/6).
Di Tulungagung sendiri, Maryoto menegaskan agar setiap sila yang ada bisa menjadi dasar masyarakat dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Mulai dari sila yang mengandung nilai religius, kemanusiaan saling tolong menolong, persatuan yang merekatkan, sampai berupaya untuk mewujudkan keadilan sosial. “Kita juga terus berupaya untuk melindungi kesejahteraan bangsa ini,” katanya.
Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni kemarin, dia juga mengajak setiap warga untuk memerangi obat-obatan terlarang yakni narkoba. Utamanya bagi para pemuda Tulungagung yang nantinya berperan besar terhadap kelanjutan Kabupaten Tulungagung. Narkoba menjadi perusak moral bangsa.
“Kalau pemuda sudah terkena pengaruh narkoba, maka fondasi bangsa akan rusak. Jadi ini penting sekali untuk memerangi narkoba,” katanya.
“Jangan sampai keluarga kita, anak, dan cucu kita terkena pengaruh narkoba,” sambung Maryoto.
Dia menyebut, upaya perang terhadap narkoba di Tulungagung mulai dilakukan di bangku pendidikan. Dulu, pendidikan bahaya narkoba sudah menjadi muatan lokal pada lembaga sekolah di Tulungagung. “Dulu dimasukan kurikulum juga. Pasti diberikan lembaga sekolah melalui guru,” tandasnya.
Selain upacara, untuk memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2023 juga dilaksanakan acara Kirab Budaya. Taman Aloon-Aloon Tulungagung menjadi rutenya, melalui Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, dan terakhir melalui Balai Budaya Tulungagung. (nul/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah