Sejak kelas 4 sekolah dasar (SD), gadis 16 tahun itu sudah mulai berlatih pencak silat di desa tempatnya tinggal. Olahraga pencak silat menjadi pilihannya dari banyaknya cabang olahraga saat ini. “Alasan ikut pencak silat adalah karena saya menyukai hobi petarung,” jelas Berlin, sapaan akrab Berlian Anggun Sevtia Dini.
Agaknya pilihan dimasa kecil tersebut sudah mulai membuahkan hasil. Beberapa prestasi pencak silat berhasil dikoleksi Berlin. Di antaranya menjadi juara 2 Internasional Pencak Silat Open Championship di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Agustus tahun 2022 silam. Itu didapatkannya saat masih berumur 15 tahun.
Lalu pada November tahun 2021, Berlin berhasil menyabet juara 1 pada turnamen pencak silat remaja Piala Kapolda Jawa Timur (Jatim). Turnamen yang berlokasi di Gedung Mahameru Mapolda Jatim itu, diikutinya bahkan saat masih berumur 14 tahun. Mental Berlin saat tampil di gelanggang pencak silat tidak usah diragukan lagi, itu sudah dipupuk sejak usianya masih belia.
Terbaru, Berlin baru saja mendapatkan sebuah prestasi prestisius pencak silat di tingkatan nasional. Yakni sebuah medali emas pada kejuaraan terbuka pencak silat Piala Kasad Tahun 2023 pada akhir Mei lalu. Medali emas itu menjadi pelengkap beberapa medali yang sebelumnya telah didapatkan. “Kalau persiapannya latihan saja setiap hari, sebelum berangkat ke Cimahi Jawa barat (lokasi Piala Kasad Tahun 2023),” ungkapnya.
Pada turnamen tersebut, Berlin berangkat mewakili Persaudaraan Setia Hari Terate (PSHT) yang berasal dari Tulungagung. Tim pelatih dari PSHT jugalah, yang sebelumnya memberikan materi-materi pada pemusatan latihan yang dilaksanakan sebelum kejuaraan dimulai. “Sebelum bertanding di Piala Kasad, ada pemusatan latihan di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub) Cimahi selama delapan hari bersama tim PSHT,” tandasnya.
Dia menjelaskan, kejuaraan tersebut diikuti dengan atlet-atlet pencak silat muda dari seluruh Indonesia. Dari berbagai perguruan, juga tidak hanya dari kontingen PSHT. Bisa dibayangkan bahwa persaingannya sangat ketat, semua peserta memiliki orientasi yang sama yakni mendapatkan juara untuk dibawa ke daerah asal masing-masing. Di saat ketatnya persaingan itu, Berlin mengatakan dimudahkan dengan bagan pertandingannya. “Alhamdulillah dimudahkan dibagan pertandingan saya saat kejuaraan Piala Kasad kemarin,” ungkapnya.
Tapi bukan berarti, perolehan medalinya itu 100 persen karena bagan itu. Faktor dominan yang membuatnya berhasil meraih emas adalah latihan keras yang dilakukan selama bertahun-tahun. Namun karena rasa sukanya terhadap olahraga pencak silat, semua kesulitan saat berlatih dengan sendirinya berubah menjadi hal menyenangkan. (*/din) Editor : Nurul Hidayah