Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lestarikan Budaya Sejarah dengan Berkunjung ke Museum Wajakensis

Nurul Hidayah • Selasa, 27 Juni 2023 | 22:00 WIB

 

TAMPILAN : Museum Wajakensis yang berada di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan upaya pelestarian benda purbakala.
TAMPILAN : Museum Wajakensis yang berada di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan upaya pelestarian benda purbakala.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Museum merupakan salah satu tempat sejarah yang berisi benda-benda purbakala. Museum dapat dijadikan sebagai tempat edukasi serta sebagai pameran seni benda-benda bersejarah. Salah satunya Museum di Tulungagung.

Tulungagung memiliki museum yang bernama Museum Wajakensis. Museum ini didirikan pada tahun 1996 oleh bupati Tulungagung sendiri bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Penamaan Wajakensis sendiri diusulkan melalui kisah penemuan fosil wajak yang berada di desa Wajak. Museum ini berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu. 

Banyaknya penemuan sejarah dapat didasari atas pendirian wisata sejarah. Sekitar tahun 1856, Tepatnya di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, ditempatkan lapisan kaca pada cagar budaya saat pemerintahan Bupati R.M. A. Soesrodiningrat. Karena semakin lama, koleksi semakin banyak maka dipindahkan ke Museum Wajakensis.

Koleksi-koleksi yang terdapat di dalam museum Wajakensis sangat bervariasi. Dari temuan arkeolog, sekitar berjumlah 100 lebih patung dan arca dari peninggalan Hindu-Buddha. Benda-benda kecil seperti potongan batu, potongan relief candi, serta alat pemotong dari zaman purba, termasuk tumbuk dan lesung.

Selain itu, benda-benda purbakala juga meliputi peninggalan dokumentasi yang masih tersisa hingga kini. Hal ini seperti daun lontar, prasasti, dan literasi yang lainnya.

Daya tarik pada museum ini yaitu pada saat pembelajaran. Bersama dengan anak-anak sekolah, museum ini dapat digunakan sebagai sarana literasi sejarah untuk menjadikan anak memiliki wawasan yang optimal. Serta senantiasa tetap mengingat apa yang terjadi di masa lampau.

Museum Wajakensis memiliki berbagai fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, dan papan irformasi yang lengkap. Untuk kamu yang ingin berkunjung ke museum ini bisa datang saat jam kerja mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00. Bagi yang ingin melakukan penelitian dan berkunjung bersama tamu-tamu dinas, diharapkan untuk mengajukan surat terlebih dahulu agar pengelola dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan.

 

Editor : Nurul Hidayah
#wajakensis #sejarah #museum