Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Huko Tulungagung Ditutup Sementara, Sarprasnya Bobrok Butuh Anggaran Buat Bebenah

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 3 Juli 2023 | 21:00 WIB

 

RINDANG: Anak-anak saat bermain di taman reog kendang Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.
RINDANG: Anak-anak saat bermain di taman reog kendang Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Permasalahan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Marmer masih dihantui terbatasnya anggaran. Hal ini membuat RTH di hutan kota (huko) Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, ditutup sementara akibat menuanya sarana prasarana (sarpras) di RTH tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Santoso mengatakan, kondisi RTH yang ada di Kota Marmer ini masih ramah akan penyandang disabilitas. Namun, menurutnya, masih terdapat sarpras publik yang masih membutuhkan peremajaan. Akan tetapi, persoalan keterbatasan anggaran masih menyelimuti permasalahan tersebut. “Memang karena keterbatasan anggaran, saat ini ada beberapa sarpras yang perlu perhatian kita semua,” jelasnya kemarin (2/7).

Kendati demikian, pihaknya telah mengajukan nota dinas untuk peremajaan yang ramah penyandang disabilitas. Mengetahui hal tersebut, pihaknya memilih untuk menutup hutan kota Tulungagung yang terletak di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. “Saya khawatir dengan sarpras yang sudah mulai usang ini justru membahayakan anak-anak yang bermain di hutan kota,” ucapnya.

Penutupan sementara hutan kota tersebut akan berlangsung hingga perencanaan anggaran peremajaan sarpras turun. Menurutnya, hal itu untuk mencegah hal-hal membayakan pada pengunjung hutan kota. “Daripada anak-anak nanti bermain di sana malah jatuh dan patah, lebih baik kita tutup sementara sembari menunggu anggaran turun,” paparnya.

Berdasarkan luasan wilayah di Tulungagung sendiri, jumlah RTH yang ada  cendrung masih kurang. Tentu saja dengan anggaran yang tersedia pada DLH, pihaknya akan membuka RTH baru yang berada di tengah kota. “Kita buka RTH lagi, kalau memang diizinkan, kita rencanakan RTH itu akan ada di tengah kota,” ujarnya.

Disinggung ihwal besaran anggaran untuk proyeksi RTH, dia mengaku, adanya pandemi dan momen pemilihan umum membuat anggaran terfokus pada perihal yang lebih prioritas. Maka dari itu, ketika sarpras RTH membahayakan anak-anak, dia memilih untuk menutup fasilitas publik tersebut. “RTH ini sangat penting, khususnya bagi anak-anak. Kalau besaran anggaran yang diusulkan, saya kok lupa,” tutupnya. (ziz/c1/rka)

Editor : Nurul Hidayah
#hutan kota #huko #anggaran