Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ketipung Langganan Panjak Kondang Jatim, Ternyata Made In Kalidawir, Buatan Tangan Nana Lusianto

Nanda Nila Alvinda • Jumat, 21 Juli 2023 | 21:25 WIB

BERKUALITAS: Nana Lusianto saat memainkan ketipung buatannya di sebuah konser dangdut.
BERKUALITAS: Nana Lusianto saat memainkan ketipung buatannya di sebuah konser dangdut.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Siapa sangka, para panjak andal Jawa Timuran memilih untuk membuat kendang ketipungnya di Tulungagung. Yakni kepada salah satu seniman dan perajin kendang ketipung asal Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, bernama Nana Lusianto. Ketipung buatan pria tersebut kini sudah merambah pasar di seluruh Indonesia, bahkan juga ke luar negeri. 

Siapa penabuh kendang ketipung terbaik di Jawa Timur? Apakah Novi Arofiq alias Cak Nopi dari OM Adella, ataukah Slamet Rudi Hartono alias Cak Met dari OM New Pallapa? Semua benar. Namun pernahkah disadari para penikmat musik dangdut, jika keduanya merupakan langganan ketipung buatan Nana Lusianto, warga Desa Winong, Kecamatan Kalidawir?

“Awal meledak itu saat pertengahan Covid-19 lalu. Ada pesanan datang dari Cak Nopi, dan setelah itu mulailah produksi kendang ketipung saya menjadi lancar. Itu pun saya tidak menarik biaya karena sekalian untuk pemasaran,” jelasnya kepada koran ini kemarin (20/7). 

Baca Juga: Nasi Gegog, Kuliner Asli Trenggalek, Favorit Gubernur Jatim Bu Khofifah

Sebelum itu, ada proses cukup panjang yang telah dilalui sebelumnya. Lusianto bercerita bahwa belajar cara membuat kendang ketipung mulai 2019 lalu. Faktor utamanya adalah pekerjaan sebelumnya yang serabutan, pun ada dorongan dari sang istri untuk mencoba peruntungan berjualan ketipung.

Memang, Lusianto memiliki darah seniman yang kental dan sangat dekat dengan kendang ketipung. Latar belakangnya adalah pemain dan penyuka kendang. Membuat Lusianto hafal betul nada-nada berbagai jenis kendang ketipung dan berbagai jenisnya. “Mencoba saja berjualan kendang ketipung, karena pekerjaan sebelumnya juga serabutan. Istri juga menyuruh untuk berjualan itu saja,” ujarnya.

Meskipun mahir memainkannya, tetapi untuk bisa membuat sebuah ketipung juga harus ada proses belajar dengan waktu yang lumayan lama. Setidaknya butuh lima bulan baginya untuk bisa menguasai teknik menghasilkan produk ketipung nomor wahid. Dia sendiri juga banyak belajar dari teman-teman atau koleganya yang lebih dulu berkecimpung dalam dunia produksi ketipung ini.

Baca Juga: Intruksi Pembongkaran Tugu Langsung dari Pemprov Jatim, Pemkab Perlu Koordinasi Bareng Forkopimda dan Pergurua

Lusianto melanjutkan, dalam proses membuat ketipung ini memang tidaklah sembarangan. Harus ada proses panjang yang dilalui, mulai dari menjemur bahan dasar yakni kayu nangka sampai proses finishing. Dia sendiri harus memulai dari awal sampai akhir pembuatan ketipung untuk mendapatkan suara yang diinginkan. “Karena bahan wajib untuk ketipung yang saya buat adalah dari kayu nangka. Itu untuk mendapatkan kualitas yang baik,” jelasnya.

Masalahnya, kayu nangka saat ini juga sudah mulai susah didapatkan. Jika di Tulungagung tidak ada, dia harus mencari bahan baku tersebut ke daerah lainnya seperti ke Malang, Ponorogo, atau daerah lainnya.  Jika tidak menggunakan kayu nangka dapat dipastikan suara yang didapatkan dari produknya tidak akan maksimal. “Salah satu kelebihan pesan di sini adalah pemesan bisa request ketipung dengan segala bentuk dan jenis,” katanya.

Sementara untuk pemasaran, dia melanjutkan, saat ini hampir seluruh panjak di Jawa Timur memesan ketipung kepadanya. Di sana ada nama-nama besar seperti yang disebutkan di atas. Selain itu, ketipungnya juga sudah masuk pada tim musik yang biasanya ada di televisi nasional. “Sebenarnya untuk pemasaran, kita juga tetap saingan dengan perajin lainnya. Iya memang kalau di Tulungagung mungkin hanya saya yang membuat kendang ketipung, tapi di daerah lainnya seperti Jawa Tengah, pembuatnya juga banyak,” jelasnya.

Selain memadati pasar-pasar nasional, ketipung produksi Lusianto juga telah berada di sekitar 20 negara lebih di seluruh dunia. Yakni berada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang tersebar di seluruh dunia. “Dulu itu pernah ada pesanan untuk membuatkan kendang ketipung bagi 20 KBRI. Kalau sekarang sih hampir setiap minggu kita mengirimkan ke luar negeri,” tutupnya.(*/c1/rka)

Baca Juga: Hibahkan Tanah dan Bangunan, Pemkot Blitar Raih Penghargaan dari Polda Jatim

Editor : Nanda Nila Alvinda
#ketipung #nana lusianto #jatim