Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lima Kata yang Nggak Pernah Lupa Diucapin Wong Tulungagung, Ternyata Sering Dipakai

Nurul Hidayah • Jumat, 28 Juli 2023 | 02:05 WIB
Ilustrasi Tugu Tulungagung, Berada di pusat Aloon-aloon merupakan salah satu ikon Kota Marmer.
Ilustrasi Tugu Tulungagung, Berada di pusat Aloon-aloon merupakan salah satu ikon Kota Marmer.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tak ada habisnya berbicara mengenai potensi Kota Marmer ini. Karena hingga saat ini, Tulungagung memiliki banyak potensi yang bisa digali. Adapun juga kebudayan dan bahasa di Tulungagung yang telah menjadi ciri khas sejak dulu. Selain menjadi Kota Cethe dan Kota Marmer, Tulungagung dikenal dengan berbagai bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pasti kamu nggak akan asing lagi dengan kata-kata ini. Hal ini karena sering digunakan sebagian besar warga Tulungagung. Dengan menggunakan kata-kata seperti ini, akan sangat mudah untuk mengekspresikan perasaan diri.

Buat kamu yang penasaran tentang bahasa Tulungagungan, kata-kata apa aja yang sering kamu dengar dalam kehidupan sehari-hari?

  1. Menggunakan kata “Hooh ye”

Kata “Hooh ye?” sering digunakan sebagai kata pengganti sehari-hari. Kata ini sangat umum digunakan untuk mengekspresikan ketidakmungkinan terhadap perkataan lawan bicara. Hal itu memiliki arti ketegasan terhadap suatu fakta yang dlontarkan, apakah benar atau tidak.

Misalnya, pada kalimat “Si A arep rabi to?” kemudian lawan bicaranya pun bertanya dengan isyarat memastikan, “Hooh ye? Mosok?”

Nah, karena hal tersebut diartikan bahwa kata “Hooh ye?” dapat diindikasikan sebagai bentuk penegasan.

  1. Tidak lupa dengan kata “Cah”

Yang kedua, kata “Cah”. Kata tersebut sangat umum dipakai masyarakat Tulungagung, khususnya bagi para muda-mudi saat nongkrong.

Biasanya kalau di Malang ketika memanggil teman selalu pakai kata "Rek". Nah, kalau di Tulungagung sangat umum dengan kata "Cah" ini untuk memanggil teman atau sebagai kata ganti orang. Misalnya, "Cah, ayo dolan rene", "Cah kuwi kok gampang nesu", dan penggunaan kalimat "Arep neng ngendi, Cah".

Nah, seperti itu kalanya.

  1. Sering dengar kata “Mendah?” nggak?

Hampir sama dengan kata "Hooh ye", kata "Mendah" juga sering digunakan masyarakat Tulungagung untuk menanyakan suatu kejadian apakah benar-benar seperti itu kenyataannya. 

Misalnya, "Si B wes nikah, lho". Lalu kamu tidak percaya dengan menanyakan seperti ini, "Mendah?"

Kata "Mendah" juga diartikan sebagai "Masa sih?" dalam Bahasa Indonesia.

  1. Sering menggunakan kata “Peh”

Sering dengar kata "Peh" ini? 

Buat orang Tulungagung pasti nggak asing lagi dengan kata "Peh". Kata tersebut sering diekspresikan sebagai kata pengganti kekecewaan. Selain itu, kata tersebut juga berguna untuk mengungkapkan kekesalan dengan apa yang sudah terjadi namun tak sesuai harapan kita. Misalkan waktu kamu sudah lelah dengan antrian bioskop, menunggu teman tidak datang-datang dan membuat kesal.

  1. Menggunakan kata “Jian” untuk mengekspresikan Wah

Kata "Jian" memiliki makna yang sama dengan "Sangat". makna tersebut diartikan sesuatu yang membuat kagum. Terkadang kata tersebut selalu diikuti dengan kata sifat yang perumpamaannya lebar dan mencolok. Seperti kalimat "Jian Gueedii, Jian Muaantap, Jian Uadoh" dan lain-lain.

Nah, itu dia lima bahasa di Tulungagung yang sering dipakai dalam bahasa sehari-hari. Menurut kamu gimana?

Editor : Nurul Hidayah
#bahasa #tulungagung #Dipakai #Sering