RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Sejumlah 1.427 guru honorer di Tulungagung bisa tersenyum lebar. Mereka diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi tahun 2022. Pasca diangkat, mereka pun dituntut untuk memberikan kinerja lebih maksimal. Dengan begitu, mampu meningkatkan kualitas intelektual masyarakat Kota Marmer.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, sebenarnya total keseluruhan PPPK formasi tahun 2022 yang hendak diangkat adalah 1.433. Namun, enam orang di antaranya ada yang meninggal dunia serta terdapat kepentingan lainnya. Dengan demikian, total guru honorer yang diangkat sebagai PPPPK di lingkup Pemkab Tulungagung pada Kamis (27/7) lalu berjumlah 1.427 orang. “Yang belum (diangkat PPPK) kurang lebih ada 400 guru honorer. Bertahap akan kita habiskan,” jelasnya.
Maryoto menyebut, pada pengangkatan PPPK kali ini terdapat berbagai variasi umur. Guru honorer termuda yang diangkat sebagai PPPK ada yang berusia 25 tahun, sedangkan yang tertua berumur 59 tahun dengan pengabdian sebelumnya yang sudah cukup lama. Kendati sudah ribuan yang diangkat menjadi PPPK, sejatinya Tulungagung masih kekurangan sekitar 720 tenaga pendidik. “Ini (tenaga honorer) habis dulu lah, kekurangan guru itu nanti bisa diakomodasi melalui upah kerja. Karena sekarang ini sudah tidak boleh lagi merekrut tenaga honorer,” tuturnya.
Kepada mereka yang telah diangkat, Maryoto menekankan agar lebih meningkatkan kinerjanya. Baik di tempat mengajar baru atau lembaga mengajar yang sama saat mengabdi sebagai guru honorer. Karena seorang PPPK merupakan orang-orang yang terpilih menjadi abdi negara dan masyarakat. Konsekuensinya, mereka bukan hanya dituntut untuk bekerja keras, melainkan juga harus bekerja cerdas dan penuh kreativitas.
“PPPK harus mengikuti segala peraturan dan ketentuan yang ada, baik berkenaan dengan aspek kepegawaian maupun terkait pelaksanaan tugas. Juga menumbuhkan kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi sehingga kehadirannya semakin memberikan warna yang positif di mana pun mereka ditugaskan,” jelasnya.
Maryoto meminta agar para PPPK guru bisa menjadi tenaga pendidik yang profesional, terus menumbuhkan jiwa pendidik dalam sanubari, dan memberikan pengajaran kepada murid dengan sepenuh hati. Seorang guru harus bangga untuk mendidik, melayani, memberikan yang terbaik, dan meningkatkan kualitas intelektual masyarakat Tulungagung. “Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya, melalui proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” tutup Maryoto. (nul/c1/rka)
Editor : Nurul Hidayah