RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tulungagung memiliki banyak misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini, salah satunya monyet Ngujang di Kuburan Tulungagung. Kuburan tempat tinggal monyet-monyet ini lokasinya di sisi utara Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru. Lokasi tempat tingga para monyet tersebut dijuluki Wisata Ketek’an.
Ketek dalam bahasa Jawa berarti monyet. Wisata ketek’an adalah wisata yag dibuat oleh masyarakat sekitar kuburan Ngujang, Tulungagung. Tak jarang, wisata ini didatangi oleh orang luar Tulungagung karena rasa penasarannya.
Meski hidup di kuburan dan disekitar pemukiman warga. Monyet Ngujang di Tulungagung ini bisa berinteraksi dengan manusia. Monyet Ngujang biasanya hidup bergerombol dengan koloninya. Biasanya ada di jembatan Ngujang, bergelantungan di pohon, diantara batu-batu nisan.
Konon ada sebuah mitos monyet Ngujang jumlahnya tak berkurang dan selalu tetap. Jika ada monyet yang lahir hal ini tak mengubah jumlahnya. Begitupun juga jika ada monyet yang mati, maka jumlahnya tidak berkurang. Ada yang menyebut jumlah monyet Ngujang ada 40 ekor , ada juga yang mengatakan 99 ekor. Namun tidak tahu yang pasti jumlah monyet Ngujang tersebut bisa jadi lebih dari dugaan warga sekitar.
Juru kunci monyet Ngujang di Kuburan Ngujang, Tulugagung mengatakan tak pernah menghitung berapa jumlah pastinya populasi monyet-monyet tersebut. Namun dirinya memeperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 200 ekor dan terbagi menjadi dua kelompok.
Editor : Nanda Nila Alvinda