RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Resi Winadi adalah seorang pendeta wanita di Gunung Cilik yang sebenarnya adalah samara dari wanita cantik bernama Roro Kembang Sore. Pengkhianatan yang dilakukan Kyai Kasan Besari terhadap gurunya yatu Kyai Pacet, disebabkan oleh adu domba Pangran Kalang menyimpan luka tersendiri bagi Roro Kembang Sore.
Luka hati Roro Kembang Sore membuat dirinya merasa hancur dan terpuruk. Namun, suatu ketika ia merasakan percikan asmaraseorang laki-laki. Karena selama ini tak ada sosok lelaki yang bisa mencuri perhatiannya.
Di suatu sore, di taman Betak, hatinya mulai bergetar saat melihat sosok pria gagah perkasa yaitu Pangeran Lembu Peteng. Roro Kembang Sore seakan terbius dengan ketampanan Lembu Peteng dari Majapahit itu. Namun, hal ini membuat Lembu Peteng lali dengan tugas yang diberikan oleh Kyai Pacet. Lembu Peteng ditugasi mencari keberadaan Kyai Besari dan Adipati Kalang.
Roro Kembang Sore dan Lembu Peteng bertukar cerita dan memadu kasih layaknya pasangan di hiasi senja sore hari. Tanpa disadari, keduanya ternyata sudah diintai oleh incaran Lembu Peteng yaitu Pangeran Kalang. Kyai Besari bersembunyi di Ringinpitu, sementara Roro Kembang Sore lupaPangeran Kalang meminta persembunyian padanya.
Mengetahui Roro Kembang Sore dan Lembu Peteng begitu dekat, Pangeran Kalang mengadukan hal ini kepada Pangeran Bedalem, ayah Roro Kembang Sore. Terjadilah perang anatara Pangeran Bedalem dan Pangeran Lembu Peteng. Pangeran Bedalem sangat murka ada isu terkait putriya apalagi dilakukan oleh teman seperguruan saat masih berguru pada Kyai Pacet.
Lembu Peteng langsung membawa Roro Kembang Sore menuju Majapahit. Namun pangeran Bedalem terus mengejar mereka. Roro Kembang Sore meneteskan air mata karena kisah asmaranya. Karena kelelahan mereka memutuskan beristirahat di tepi sungai. Datanglah Kyai Besari dan Pangeran Bedalem, seketika Pangeran Lembu Peteng dibunuh di tempat dan mayatnya dibuang ke sungai. Melihat itu, Roro Kembang Sore hancur hatinya seraya disayat pisau. Sejak itu, ia membenci ayahnya dan melarikan diri.
Hingga suautu ketika, rasa dendamnya dapat terbalasseribu kali lebih kejam kepada Pangeran Kalang. Dan beanr saja, Pangeran Kalang mati dengan tubuh tercitang oleh pasukan Patih Gajah Mada yang bernama Perwira Mada. Cintanya yang begitu besar kepada Lembu Peteng ia memutuskan untuk bertapa seumur hidupnya.
Editor : Nanda Nila Alvinda