RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Masyarakat di lima kecamatan di Kota Marmer harus waspada pada puncak kemarau. Pasalnya wilayah tersebut rawan terjadi kekeringan pada puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus ini. Yakni Rejotangan, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir, dan Besuki.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diketahui puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Tentu saja prediksi tersebut menjadi kekhawatiran bagi sejumlah wilayah di Tulungagung terutamanya pada wilayah letak geografisnya berupa dataran tinggi. “Dari informasi itu puncak musim kemarai akan terjadi pada Agustus ini hingga September nanti,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma, kemarin (6/8).
Berangkat dari informasi tersebut kemudian pihaknya melakukan pemataan pada wilayah rawan kekeringan. Hasilnya terdapat setidaknya 5 Kecamatan di Tulungagung termasuk dalam wilayah rawan kekeringan, meliputi Kecamatan Rejotangan, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir dan Kecamatan Besuki. "Lima kecamatan itu meliputi Rejotangan, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir, dan Besuki. Ya notabene kelima wilayah itu merupakan wilayah yang terletak dalam geografis yang daerah ketinggian," paparnya.
Mengetahui hal tersebut, pihaknya lantas menyurati masing-masing camat untuk bersiap akan adanya kekeringan di wilayahnya. Menurutnya pihaknya meminta agar segera melaporkan apabila terdapat bencana kekeringan yang melanda di masing-masing wilayah. “Kita surati agar apabila terdapat kekeringan di kelima wilayah itu dapat segera ditanggulangi,” ucapnya.
Adapun upaya dalam menanggulangi bencana kekeringan tersebut pihaknya akan mengirimkan bantuan berupa air bersih berdasarkan kebutuhan luasan lokasi kekeringan. Tak hanya pada tataran kecamatan, pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah desa untuk melakukan pendataan desa rawan kekeringan. "Sudah kami petakan lima kecamatan yang rawan kekeringan. Kami juga meminta agar pihak desa pada lima kecamatan itu juga memetakan desa-desa yang rawan kekeringan," ungkapnya.
Disinggung terkait adanya laporan kekeringan sejak awal 2023, Gilang menyebut jika sampai dengan saat ini masih belum ada laporan kekeringan yang diterima BPBD Tulungagung. Namun pada Rabu (2/8), pihaknya sempat mengirim 5 ribu liter air bersih untuk warga RT 3 RW 3 Dusun Bakalan, Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung. Droping air bersih tersebut disebabkan akibat aliran Hipam milik warga setempat tersumbat. "Sampai saat ini belum ada laporan kekeringan, tetapi kemarin kami kirim air bersih ke Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung karena pipa saluran air Hipamnya tersumbat," tutupnya. (ziz/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.