RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – dr Iskak pindah kerja di Rumah Sakit Jepang (Rikugun Byoin). Di sana hanya ada dua dokter yang berasal dari Indonesia yakni dirinya dan dr Harjono. Posisinya saat itu Indonesia sedang dijajah Jepang. Perang kedua Negara ini menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam dirinya.
Bersama pemuda Indonesia yang lain, dr Iskak turun berperang mengusir penjajah dari Indonesia. Hingga pada akhirnya, Soekarno dan Bung Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945. Kemudia dr Iskak bekerja di kalangan ABRI dengan Pangka Mayor Kesehatan.
Bulan berikutnya, dr Iskak bertugas di Tulungagung. Mendengar di Surabaya ada pertempuran, dr Iskak langsung berangkat ke Surabaya. Saat itu ia bersama pasukan Mayor Singgih, bagian dari Resimen Kediri di bawah komando Kolonel R. Soerachmad, ditugaskan menghadapi ultimatum pasukan sekutu.
Pasukan Mayor Singgih berangkat 9 November 1945. Mereka bertempur di sekitaran Petemon, Surabaya. Pertempuran yang menumpahkan banyak darah ini dimenangkan oleh Indonesia. Dan sampai sekarang setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan. Setelah bertempur Iskak dipindah ke resimen 16 Kediri dan bekerja sebagai Wakil Kepala Kesehatan di sana.
Editor : Nanda Nila Alvinda