RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pahlawan adalah orang yag paling berjasa dalam rangka memerdekakan Negara Indonesia. Tanpa adanya pahlawan mungkin kehidupan yang dijalani saat ini tak akan semudah sekarang. Banyak pahlawan yang gugur mendahului kita. Sudah seharusnya kita mengenang jasa-jasanya dan menjaga kemerdekaan dengan bidangnya dan kemampuan masing-masing.
Namun, saat ini banyak pahlawan yang masih terdengar asing di telinga generasi muda. Oleh karena itu berikut adalah nama-nama pahlawan yang jarang diekspos di Indonesia.
Sam Ratulangi
Sam Ratulangi lahir di Tondano, Sulawesi yang memiliki nama lengkap Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi merupakan Gubernur pertama Sulawesi. Sekaligus menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan guru di masanya. Beliau bersekolah di Jakarta, Belanda, dan Universitas Zurich, Swiss. Beliau berhasil menggulingkan sistem kerja rodi pada masa Belanda. Beliau kemudian mendirikan yayasan dana belaja dan mengadakan transmigrasi. Sam Ratulangi membentuk badan perjuangan rakyat yang bernama Putra Keselamatan Rakyat untuk melawan penjajah Belanda dan Jepang. Sehingga, pemerintah menetapkan Sam Ratulangi sebagai Pahlawan Nasional dan sudah 3 kali dianugerahi gelar Anumerta.
Abdul Kadir
Abdul Kadir lahir di Sintang, Kalimantan Barat dan mengabdi sebagai pegawai kerajaan Sintang sejak masih muda. Abdul Kadir diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Melawi, setelah ayahnya meninggal dunia. Abdul Kadir berhasil menyatukan suku Dayak dan Melayu serta mengembangkan ekonomi daerah setempat. Beliau diam-diam membangun kekuatan rakyat untuk melawan Belanda dengan mendirikan kesatuan bersenjata di Melawi dan sekitarnya. Hingga akhirnya terjadi pertempuran keduanya dan terus mengatur strategi mengusir Belanda melalui informasi rencana operasi Belanda. Pada tahun 1999, Abdul Kadir dianugerahi Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TK/Tahun 1999.
Johannes Leimena
Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku. Beliau merupakan seorang dokter yang mendirikan Bandung Plan tahun 1951. Kemudian dikembangkan menjadi Leimena Plan di tahun 1954. Idenya inilah yang menjadi cikal bakal puskesmas. Leimena adalah salah satu tokoh yang ikut menyiapkan kongres Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, ketertarikannya kepada pergerakan nasional semakin tinggi. Akhirnya beliau menjadi Menteri Kesehatan paling lama sepanjang 21 tahun dalam 18 kabinet yang berbeda. Johannes Leimena mendapat gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No.52 TK/2010 tahun 2010.
Editor : Nanda Nila Alvinda