RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tulungagung adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur yang terletak di perbatasan pantai selatan. Tak heran jika Tulungagung memiliki spot wisata pantai dengan view yang menakjubkan. Letaknya yang strategis serta kultur budaya yang masih melekat dalam masyarakatnya. Menjadikan Tulungagung dijuluki Kota Ingandaya yaitu industri, pangan, dan budaya. Tiga hal inilah yang menjadi tonggak dasar Tulungagung. Selain itu, pendidikan dan perdagangan turut mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.
Kota Ingandaya adalah sebuah moto dalam proses pengembangan dan pembangunan di daerah pemerintahan Kabupaten Tulungagung. di bidaang industry, Tulungagung terkenal dengan penghasil marmer terbesar di Indonesia. Kemudian, ada batik khas Tulungagung, batu oniks di Campurdarat, konveksi bordie, kerajinan ijuk, dan kerajinan kulit hewan.
Di bidang pangan, kenapa dijuluki Kota Ingandaya? Tulungagung menjadi salah satu lumbung pangang di Jawa Timur. dengan makanan khasnya yaitu ayam lodho, kopi cethe, sompil, cenil, gethuk, pecel, jenang abang dan sebagainya. Semua jajanan tersebut dapat ditemukan di pasar Senggol yang ada di Bangoan.
Di samping itu, Tulungagung adalah surganya budaya. Budaya yang ada di Tulungagug yaitu upacara jamasan kyai upas, manten kucing, tayub, wayang kulit, reog kendang, campursari, kentrung, jaranan, dan tiban. semua budaya ini adalah warisan dari nenek moyang terdahulu, sudah sepatutnya kita turut melestarikannya.
Sudah tahu kan, kenapa Tulungagung dijuluki Kota Ingandayani? Karena di Tulungagung memiliki tiga pilar yang memiliki kekuatannya di bidang industry, pangan, dan budaya. kita sebagai generasi selanjutnya perlu tahu akan hal ini dan ikut andil dalam memajukan Tulungagung.
Editor : Nanda Nila Alvinda