RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pilih warna musik Japan Pop, band asal Tulungagung miliki banyak penggemar di berbagai kota. Band dengan anggota personel enam orang tersebut terbukti sukses menampilkan performa terbaiknya pada event Aratu Matsuri.
Ada banyak aliran musik di dunia. Mulai rock, metal, pop, keroncong, dan lain sebagainya. Semua memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Tak mustahil setiap aliran memiliki penggemar masing-masing. Kendati demikian, mereka yang berkecimpung di dunia musik harus memilih aliran mana yang cocok agar mendapatkan pasar.
Hal ini juga berlaku bagi grup band Start Up. Sejak terbentuk pada 2018 lalu, mereka fokus menggarap aliran Japan Pop. Musik garapan mereka pun ternyata cukup menarik minat khalayak luas. Tak terkecuali para wibu yang sering menghadiri event jejepangan. Alhasil mereka pun memiliki banyak penggemar di berbagai kota.
Dentuman drum dan melodi gitar yang rumit menjadi ciri khas dari warna musik Japan Pop. Tak ayal warna musik tersebut kerap menjadi musik latar belakang animasi asal Jepang. Atas kegemarannya menonton animasi adal Jepang tersebut membuat 6 personel dari band Start Up ini berkumpul. “Ya awalnya dari sama-sama suka dengan anime dan musik. Dari situ mulailah berkumpul dan membentuk sebuah grup band,” jelas Yagetama, vokalis grup band Start Up.
Grup band Start Up mulai terbentuk sejak lima silam dengan digawangi Arga, Tito, Bernard, Santos, Agata, dan Yage. Sedari awal terbentuk, grup band Start Up ini banyak makan panggung di pagelaran event cosplay. “Sering main di acara-acara cosplay. Ya di banyak kota, rata-rata masih Jawa Timur saja. Fans base dari Japan Pop ini kan juga banyak,” ucapnya.
Berbeda dengan partitur nada yang hanya berjumlah tujuh tangga nada. Menyanyikan syair atau lirik dengan bahasa Jepang menjadi tantangan tersendiri bagi vokalis band Start Up tersebut. Pasalnya baik dalam segi bahasa dan pengucapannya sangat bertolak belakang dengan bahasa Indonesia. Butuh trik khusus dalam menyanyikan lagu dengan lirik berbahasa Jepang. “Ya ada triknya untuk menyanyikan lirik yang berbahasa Jepang itu. Selain itu juga harus latihan, dalam satu hari bisa sepanjang hari mendengarkan lagu itu sembari menghapalkan pengucapannya,” paparnya.
Dengan garapan yang rapi menyerupai lagu aslinya, membuat grup band Start Up memiliki banyak penggemar. Menurut dia ini adalah buah dari proses yang telah mereka lalu. Untuk tampil dalam sebuah acara saja, setidaknya Start Up latihan sebanyak tiga kali seminggu dengan durasi latihan dua jam. “Saya sebenarnya baru saja bergabung dengan grup band ini. Ya ini semua memang buah dari proses-proses yang teman-teman lalui,” tutupnya.(*/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.