RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Bendungan Wonorejo menjadi salah satu wisata unggulan di Tulungagung. Keindahan alam dan bendungannya menyatu mampu membuat pengunjung selalu datang ke Bendungan Wonorejo. biasanya saat pagi banyak masyarakat yang melakukan olahraga disini seperti jogging, jalan kaki, dan bersepeda. bahkan sempat menjadi tempat prewedding lho.
Bendungan Wonorejo berlokasi di Kecamatan Pagerwojo di kaki Gunung Wilis. Hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Tulungagung. bendungan ini mampu menampung air sekitar 122 juta meter kubik dan menjadi bendungan terbesar di Indonesia. bendungan Wonorejo diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada 21 Juni 2001, saat menjadi Wakil Presiden .
Namun, dibalik keindahan dan bangunan Bendungan Wonorejo yang luas, bahkan konstruksinya salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ini menyimpan banyak misteri. berikut beberapa misteri yang dipercaya masyarakat Tulungagung mengenai Bendungan Wonorejo.
- Bendungan riam kanan Bendungan Wonorejo
Ada sebuah bendungan yang namanya riam. Konon, riam ini sangat mengerikan, jika malam hari tiba dan sangat gelap. Suasananya semakin mencekap. Namun, anehnya dari dalam air di Bendungan memancarkan cahaya.
- Terowongan misterius Bendungan Wonorejo
Terdapat terowongan misterius yang dipercaya ditunggu oleh makhluk ghaib dan memiliki kekuatan yang kuat.
- Bendugan Wonorejo ditunggu makhluk ini
Di Bendungan Wonorejo sangat popular dengan buaya putih yang hidup. Sangat susah untuk menangkapnya bahkan paranormal pun kewalahan.
- Banjir di Tulungagung ada kaitannya dengan Bendungan Wonorejo
Bendungan Wonorejo menjadi pengendali banjir di Tulungagung. Bendungan ini menampung air dalam jumlah yang besar sehingga dapat mengurangi banjir di Tulungagung. Konstruksi bangunan Bendungan Wonorejo dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
- Ada Ikan raksasa
Banyak warga yang melihat ikan raksasa. Konon bentuknya mirip ikan sapu-sapu dan bisa loncat-loncat. Entah itu benar atau tidak, namun sudah banyak pasang mata yang melihat penampakannya.
Editor : Nanda Nila Alvinda