RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Tergelincir saat mencari ikan, remaja perempuan berinisial AWZ, warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan dilaporkan hanyut di Sungai Brantas pada Minggu (20/8) sore. Sebelum terseret derasnya arus, korban sempat melambaikan tangan menandakan permintaan pertolongan. Hingga kini remaja bernasib malang tersebut masih belum ditemukan
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno mengatakan, sebelum kejadian naas itu, korban beserta ketiga temannya berangkat untuk mencari ikan di pinggiran Sungai Brantas pada Minggu (20/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar 30 menit berselang, diduga korban tergelincir akibat berjalan terlalu dekat di bibir sungai tersebut. Lantas membuat korban tercebur dan terseret arus sungai. “Korban dan teman temannya mencari ikan di sungai brantas, 30 menit berselang, diduga korban terpeleset dan tenggelam di Sungai Brantas. Teman korban yang panik mencoba meminta pertolongan masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP)," jelasnya kemarin (21/8).
Diselimuti kepanikan membuat salah seorang teman korban mendatangi seseorang yang tengah mencari rumput di sekitar TKP bernama Sumarji. Setelah mendengar cerita teman korban tersebut, lantas bergegas menghampiri tepi sungai tempat korban terpeleset tersebut. Menurutnya, Sumarji sempat melihat korbansempat melambaikan tangan seperti orang berenang sebelum akhirnya korban hanyut dan tenggelam. "Saksi ini rupanya tidak bisa berenang sehingga dia hanya berteriak meminta tolong apabila ada warga lain di dekat TKP," ucapnya.
Dikarenakan tidak ada warga lain yang ada di sekitar TKP, kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rejotangan yang mana petugas bergegas meneruskan laporan tersebut ke BPBD Tulungagung, Inafis Polres Tulungagung dan SAR Trenggalek. Diketahui korban memiliki ciri-ciri mengenakan baju biru dan celana coklat, tinggi 120 sentimeter, rambut hitam lurus, dan kulit sawo matang. "Kami masih berupaya untuk mencari keberadaan korban, semoga korban segera ditemukan," tutupnya.
Sementara itu, Komandan Tim Operasi SAR Trenggalek, Eko Apriyanto mengatakan, pada pencarian hari pertama ini pihaknya telah menerjunkan beberapa tim baik dari BPBD dan Basarnas untuk mendukung proses pencarian remaja hanyut tersebut. Adapun pada pencarian tersebut pihaknya menggunakan masing-masing satu perahu dari BPBD dan Basarnas. “Rute pencarian kita mulai dari titik 0 sampai nanti di Ngujang 2. Jarak pencarian kurang lebih sekitar 3 hingga 5 Kilometer,” jelasnya.
Kemudian untuk kendala yang dihadapi dalam pencarian remaja hanyut tersebut, dia mengaku, bervariatifnya kontur sungai menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Mengingat kontur sungai tersebut terdapat jarak dengan dasar sungai ada yang dangkal dan dalam. Hal ini membuat sebagai obstacle atau rintangan untuk tim pencarian. “Juga banyak obstacle bekas tambangan penyedot pasir. Kemungkinan bisa terjebak di situ, masuk ke dalam pusarannya. Apalagi di daerah Tulungagung ini banyak lubang-lubang bekas tambangan pasir,” tutupnya.(ziz/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.