Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung Night Carnival, Pecah !! 68 Model, Tampilkan Busana-Busana Unik Dari Barang Bekas

Anggi Septian A.P. • Senin, 28 Agustus 2023 | 18:25 WIB

 

 

KREATIF: Peserta  Tulungagung Night  Carnival memanfaatkan  barang bekas untuk  dijadikan kostum.
KREATIF: Peserta Tulungagung Night Carnival memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan kostum.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Euforia Agustus memang belum usai. Berbagai acara untuk memperingati kemerdekaan Indonesia tersebut masih banyak kita jumpai di kota marmer ini, salah satunya adalah Tulungagung Night Carnival (TNC).

Ratusan masyarakat berkumpul di GOR Lembupeteng untuk menyaksikan barisan model dengan berbagai konsep dan ide-ide yang out of the box, pada Sabtu (26/8) malam. Menariknya kostum yang diperagakan oleh 68 model tersebut merupakan hasil pengolahan dari barang bekas yang sudah tidak terpakai.

Sulikah warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu menjadi salah orang yang menikmati acara tersebut. Menurut dia, acara seperti ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai tontonan, daripada hanya di rumah. "Ya daripada malam minggu hanya di rumah saja, mau keluar kalau di Tulungagung ya hanya itu-itu saja paling tempatnya sudah bosan juga. Tapi kalau ada acara seperti ini kan jadi ada hiburan baru mas," katanya pada koran ini.

Sulikah bukan satu-satunya penonton yang takjub dengan pertunjukan model yang sedang catwalk dengan menggunakan kostum yang berat dan juga besar itu. Nita, warga Kelurahan Tertek Kecamatan Tulungangung juga terkesima ketika melihat model memperagakan gaya sesuai tema kostum yang disajikan. "Semua bagus-bagus dan kreatif. Sampai tadi ada yang membuat konsep candi hingga tugu taman alon-alon kalau saya sebagai orang awam tidak kepikiran untuk membuat konsep baju seperti itu" tuturnya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Aris Widodo  mengatakan Tulungagung Night Carnival sebagai upaya meningkatkan SDM pelaku ekonomi kreatif. Mengingat fesyen adalah bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif. “Ajang ini untuk mewadahi para kreator bidang fesyen di Tulungagung,” terangnya.

Aris mengaku, karnaval kostum malam hari yang pertama ini dibatasi untuk 68 peserta saja. Padahal sebenarnya antusiasme kreator sangat tinggi, dari jumlah peserta yang mendapat nomor peserta. Apalagi ada empat kategori yang dilombakan, yaitu pelajar daur ulang, pelajar fantasi bebas, umum daur ulang, dan umum fantasi bebas. “Kategori daur ulang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Ada yang menggunakan klobot (kulit jagung), pohon pisang kering, koran bekas hingga kertas sak semen. Sementara katagori fantasi bebas memberi keleluasaan desain dan bahan yang dipilih,” paparnya.

Melihat antusiasme peserta dan warga, Disbdupar berencana menjadikan Tulungagung Night Carnival sebagai agenda tahunan. Selain sebagai wadah pengembangan kreativitas desainer dan pelaku usaha fesyen, ini jugaurut menggerakkan ekonomi warga.(sch/rka)



 

Editor : Anggi Septian A.P.
#TNC #Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung #HUT ke-78 Kemerdekaan RI #Tulungagung Night Carnival #GOR Lembupeteng