RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tulungagung memiliki kuliner legendaris salah satunya wedang ronde Petruk yang pelanggannya para pejabat. Warung ronde petruk ini sudah ada sejak dulu lebih dari 50 tahun. Lokasinya ada di Jalan Wage Rudolf Supratman, Kutoanyar. Sebelah timut jembatan Sembung.
Wedang ronde petruk langganan pejabat ini buka mulai jam 17.00 sampai 20.00 WIB. Warung ronde ini selalu ramai pelanggan, tak heran jika sudah habis sebelum jam tutup. Warung milik Sutris merupakan warga Desa Sobontoro, Boyolangu, Tulungagung.
Awalnya warung ronde petruk tersebut dibangun oleh Suraji, mertua Sutris sejak 1955. Nama Petruk sendiri adalah panggilan dari almarhum Suraji yang dulunya jualan di depan Barata. Pak Petruk mewariskan warung rondenya kepada anak-anaknya. Karena bisnis warisan keluarga tersebut tak berjalan lancar. Maka Sutris diminta untuk melanjutkannya di tahun 1998.
Sutris pernah mendapatkan penghargaan bidang kuliner tradisional dari Gubernur Jawa Timu, Sularso periode 1988-1993 saat berkunjung ke Tulungagung. Dari situlah, setiap Pemkab Tulungagung meggelar acara, Ronde Petruk menjadi promadona. Dan terus berlanjut sampai Bupati Maryoto Birowo saat ini.
Dirinya tak menyangka bahwa ronde petruk bisa bertahansampai sekarang dan bisa menyeklahkan ketiga, bahkan kemarin tahun 2014 dirinya bisa menunaikan ibadah haji melalui hasil jualan rondenya. Harganya pun terjangkau hanya Rp 6.000 saja, Ia berniat untuk mewariskannya kepada anak cucunya kelak.
Sumber: Bacaini.id
Editor : Nanda Nila Alvinda