RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pemerintah Desa Geger, Kecamatan Sendang, memiliki agenda tahunan yang digelar setiap bulan Sura. Ada agenda grebeg Suro yang merupakan salah satu kebudayaan asal Kabupaten Tulungagung. Prosesi grebeg Suro digelar di Candi Penampihan dengan berbagai rangkaian upacara adat yang mengiringinya.
Dalam grebeg Suro terdapat berbagai aktivitas mengandung simbol dan wejangan, yang diwujudkan dalam bentuk tumpeng yang diarak oleh masyarakat Desa Geger. Proses mengarak tumpeng itu berlangsung meriah dan selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Dalam grebeg Suro, tumpeng diarak dari lapangan Desa Geger hingga di kawasan Candi Penampihan. Tumpeng itu berisi hasil bumi seperti pisang, sayur-sayuran, padi, dan hasil pertanian masyarakat Desa Geger. Dalam acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Forkompincam Sendang, tokoh masyarakat, babinsa, bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Geger.
Kepala Desa Geger, Jumari mengatakan, sedekah bumi dalam grebeg Suro ini dipikul dengan maksud sebagai simbol gotong royong antarsesama. Kemudian, hasil bumi itu bentuk rasa syukur masyarakat Desa Geger terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rezeki yang melimpah. “Antusiasme masyarakat dalam melestarikan kebudayaan di Desa Geger masih sangat tinggi,” jelasnya.
Selama ini, Candi Penampihan dikenal sebagai kekayaan peninggalan masa kerajaan. Candi Penampihan biasanya ramai pada momen-momen tertentu, seperti ketika bulan Sura, atau ketika ada penelitian dan kunjungan para pemerhati sejarah dari Tulungagung dan sekitarnya.
Selain potensi Candi Penampihan, Desa Geger juga memiliki potensi unggulan desa lainnya. Desa yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis ini menjadi sentra produksi susu sapi yang sangat melimpah. Populasi sapi perah di Desa Geger sangat banyak dan produksi susu sapi menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat.
Secara administratif, Desa Geger terbagi menjadi lima wilayah dusun. Yakni, Dusun Tumpakpring, Dusun Sukorejo, Dusun Tambibendo, Dusun Ngrejeng, dan Dusun Turi. (ari/c1/ynu)
Baca Juga: Berisnergi Bareng Radar Tulungagung, Gayeng Bahas Potensi Desa-Desa di Kedungwaru
Editor : Anggi Septian A.P.