Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Ngujang 1 Tutup Total, Ini Rute Pengalihan Lalu Lintas yang Baru

Matlaul Ngainul Aziz • Sabtu, 2 September 2023 | 16:20 WIB
Jembatan Ngujang 1 jika dilihat dari atas
Jembatan Ngujang 1 jika dilihat dari atas

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Terdapat revisi atas rute jalur pengalihan lalu lintas imbas penutupan Jembatan Ngujang 1. Diketahui, revisi tersebut mengakibatkan terdapat beberapa jalur yang tidak dapat dilalui kendaraan-kendaraan berat.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, berdasarkan perencanaan, Sabtu (2/9) hingga Senin (4/9), Jembatan Ngujang 1 akan dilakukan penutupan total oleh pemrakarsa proyek pembangunan jembatan tersebut. Adapun penutupan jalur dari Jembatan Ngujang 1 tersebut lantaran akan dilakukan pengecoran guna menyambung jalur jembatan lama dengan yang baru. Akibatnya, salah satu jalur utama antardaerah tersebut tidak dapat dilalui pengguna jalan. "Selama tiga hari rencananya Jembatan Ngujang 1 akan ditutup total untuk proyek perbaikan jembatan. Senin subuh dipastikan sudah dibuka," jelasnya kemarin (1/9).

Berdasarkan rapat koordinasi pada Rabu (23/8) lalu, terdapat hasil koordinasi dari lintas sektor untuk rekayasa lalu lintas imbas penutupan tersebut. Namun, keputusan tersebut mendapat banyak revisi dari berbagai pihak. Sebab, pada hasil koordinasi tersebut, kendaraan dengan berat lebih dari 8 ton dari arah Trenggalek diarahkan menuju Jembatan Ngadi. Pengalihan arus tersebut direvisi akibat terdapat jalur yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan berat tersebut. "Ternyata kemarin kami dapat masukan jika setelah Jembatan Ngadi, ada jalur yang tidak bisa dilalui kendaraan berat. Bahkan ketika simpangan dengan kendaraan lain bisa menimbulkan kemacetan," ucapnya.

Setelah dilakukan revisi, kendaraan angkutan tonase lebih dari 8 ton dari arah Trenggalek menuju Kediri akan diarahkan untuk melalui Jembatan Kademangan, Blitar. Kemudian, kendaraan di bawah tonase 8 ton bisa melalui Jembatan Ngadi atau Jembatan Ngujang 2. “Kalau lebih dari 8 ton dari arah Trenggalek ke Kediri bisa melalui Jembatan Kademangan Blitar. Baru kalau di bawah itu bisa melalui Jembatan Ngadi atau Jembatan Ngujang 2. Intinya untuk kendaraan bertonase tinggi, kita arahkan melintasi jalur nasional. Sedangkan jalur kabupaten khusus kendaraan bertonase rendah,” paparnya.

Lantas untuk bus, terdapat perlakuan berbeda bagi angkutan umum tersebut. Bus dengan trayek Tulungagung–Surabaya dapat melalui Jembatan Ngadi yang berada di Kecamatan Mojo dan akan diarahkan melalui Jembatan Wijaya Kusuma, Kecamatan Ngadiluwih.

Kemudian untuk bus dari arah Surabaya menuju Tulungagung akan diarahkan untuk melintasi simpang tiga Ngantru ke timur, menuju Jembatan Ngujang 2 sampai simpang tiga Bukur, Kecamatan Sumbergempol. Lalu nantinya diarahkan ke barat dan langsung menuju Terminal Gayatri. "Kalau untuk kendaraan ringan seperti sepeda motor atau mobil pribadi bisa melintasi jalur yang sudah disiapkan sesuai kondisi," pungkasnya. (ziz/c1/rka)

Editor : Intan Puspitasari
#jembatan ngujang #rekayasa arus lalu lintas #tutup akses jalan