RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Imbas penutupan jalur di perlintasan Jembatan Ngujang 1 membuat beberapa ruas jalur alternatif di Desa Bukur dipadati pengguna jalan. Bahkan pada jalur alternatif tembusan Jembatan Ngujang 2 ini sempat dilalui truk besar hingga bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Kepala Desa Bukur, Juni mengatakan, saat ini perlintasan di jalur alternatif Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol terhitung ramai dan lancar. Ketika awal penutupan Jembatan Ngujang 1 sekira pukul 15.00 WIB sempat terjadi kepadatan lalu lintas. Diketahui hal ini diakibatkan adanya kendaraan besar yang melintas di jalur alternatif tersebut. “Saat ini diukur ramai lancar, tadi sore (2/9) diawal penutupan sekitar pukul 15.00 WIB lumayan padat karena banyak kendaraan besar yang masuk,” jelasnya Minggu (3/9).
Kemudian untuk hari kedua ini diketahui hanya kendaraan kecil saja yang melintasi jalur alternatif tersebut. Hanya saja jumlah kendaraan kecil yang melintas tersebut masihlah terlalu padat. Tak hanya itu, menurutnya juga sempat terlihat angkutan umum Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melintas di jalur alternatif Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol. “Tadi sempat terlihat yang melintas di depan rumah di Desa Bukur ini memang Bus AKAP, tapi saat ini sudah aman sudah tidak ada lagi. Kelayakan jalan kan kurang layak kalau banyak Bus atau Truk besar yang melintas di jalur ini” ucapnya.
Dengan penutupan jalur di Jembatan Ngujang 1 ini, membuat jalur di Jembatan Ngujang 2 menjadi salah satu jalur alternatif. Adapun pihaknya perharap agar para pengguna jalan alternatif dapat menaati peraturan peralihan lalu lintas akibat ditutupnya jalur di Jembatan Ngujang 1. “Supaya sesuai dengan aturan yang berlaku, mobil besar dan bus umum tidak melalui jalan yang ada di Desa Bukur atau Ngujang 2. Ya karena terlalu riskan dan terlalu padat, ini pun jalan di kampung-kampung juga banyak dilalui oleh pengguna jalan,” paparnya.
Lanjut dia, pihaknya juga berharap agar adanya rambu penunjuk jalan untuk jalur-jalur alternatif. Hal ini guna para pengguna jalan yang berasal dari luar wilayah tidak kebingungan dalam memilih jalur alternatif. “Di simpang tiga Jembatan Ngujang 2 itu ada petugas. Hanya saja kalau di arah selatan kalau mau ke Tulungagung itukan seharusnya putar balik dan ini melalui jalur kampung-kampung itu dan banyak yang kebingungan,” tutupnya. (ziz/rka)
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jembatan Ngujang Akan Ditutup Bulan September
Editor : Anggi Septian A.P.