Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Bakal Gelar Operasi Pasar dan Pasar Murah, Tuk Sikapi Kenaikan Harga Beras

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 5 September 2023 | 18:33 WIB
PULEN: Pedagang di Pasar Wage saat menimbang beras yang akan dia jual.
PULEN: Pedagang di Pasar Wage saat menimbang beras yang akan dia jual.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pemangku kebijakan dilarang berpangku tangan menyikapi meroketnya harga beras. Bahkan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung berancang-ancang menggelar operasi pasar dan gerakan pasar murah. Tak hanya itu, ke depannya akan ada distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) sebesar 10 ton per RPK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Agus Siswantoro mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi pasar dan juga gerakan pasar murah dalam menyikapi tingginya harga bahan pokok jenis beras di pasaran. Hanya saja pengadaan operasi pasar dan gerakan pasar murah tersebut akan dilakukan dengan skala kecil. “Kita adakan operasi pasar sekaligus gerakan pasar murah, tapi skala kecil dulu. Nanti kita bagi per wilayah, menyesuaikan dana kita,” jelasnya Senin (4/9).

Tak sendiri, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam menanggulangi harga bahan pokok yang melambung di pasaran terutamanya jenis beras. Nantinya Bapanas akan mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Beras SPHP itu beras medium, yang nantinya harganya bisa ditekan menjadi Rp 10 ribu perkilogramnya,” ucapnya.

Diketahui distribusi beras SPHP tersebut akan digelontorkan kepada distributor yang ada di pasar. Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam mendistribusikan beras SPHP di outlet penjualan Rumah Pangan Kita (RPK). Diketahui sebelumnya jumlah RPK di Tulungagung ada 4 outlet dan kini telah berjumlah 23 outlet. “Iya sekarang sudah ada 23 outlet di Tulungagung. Jadi di pasar-pasar itu sekarang sudah ada RPK yang nanti menerima beras SPHP sesuai dengan Bapanas dan nantinya distributor tidak boleh membeli,” paparnya.

Adapun satu RPK nantinya maksimal akan mendapatkan 10 ton beras yang akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 10.900 perKg. Terakhir harga beras medium di pasaran Tulungagung dibandrol dengan harga Rp 11 ribu perKg. “Kalau tekhnisnya nanti dari Bulog. Itu nanti per RPK bisa mendapatkan 10 ton beras,” ungkapnya.

Disinggung ihwal bantuan beras yang langsung diberikan kepada masyarakat, dia mengaku, pemberian beras langsung ke masyarakat merupakan program bantuan dampak bencana alam. Menurutnya memang terdapat beras cadangan pemerintah daerah. Namun peruntukan beras cadangan tersebut digunakan ketika terdampak bencana alam. “Ya seperti paceklik, banjir maupun gagal panen. Kalau operasi pasar itu kan mendekatkan produsen ke pembeli dengan harga yang murah dibanding harga pasar,” pungkasnya. (ziz/rka)

Baca Juga: Stok Menipis, Operasi Pasar Dibatalkan

 

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#dinas ketahanan pangan #kenaikan harga beras #tulungagung #operasi pasar