RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Musim kemarau kali ini tak terlalu berpengaruh pada tinggi permukaan air Bendungan Wonorejo. Meskipun, setiap hari mengalami penurunan sekitar 14 sentimeter. Penurunan elevasi tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya influde, irigasi, hingga evaporasi atau penguapan. Kendati demikian, penyusutan volume air masih dalam batas normal.
Kepala Subdivisi Jasa ASA 1.3 Perum Jasa Tirta 1 Indra Nurdianyoto mengatakan, kondisi volume air di Bendungan Wonorejo masih tergolong aman, baik dalam segi tampungan maupun keamanan volume. Adapun pelayanan pengaliran ke aliran irigasi pun masih dapat teraliri hingga saat ini. “Kondisinya masih aman, baik tampungan maupun keamanan volume. Pelayanan irigasi juga sampai saat ini masih teraliri,” jelasnya Selasa (5/9).
Diketahui, elevasi permukaan air di Bendungan Wonorejo ini berada sekitar 173,26 meter. Kemudian untuk tampungannya sendiri ada 70 juta meter kubik. “Kalau untuk penyusutan, kita memang kan pelayanan air baku secara terus-menerus ke hilir di wilayah Tiudan,” ucapnya.
Baca Juga: Penghujung Musim Penghujan, Begini Kondisi Debit Air Waduk Wonorejo
Berikut Angka Detail kapasitas Bendungan Wonorejo di musim kemarau :
- Kapasitas : 122 juta meter kubik
- Kapasitas Aktif : 106 juta meter kubik
- Kapasitas Nonaktif : 16 juta meter kubik
- Luas Tangkapan : 126,3 kilometer persegi
- Luas Genangan : 3,85 kilometer persegi
- Elevasi permukaan air: 173,26 meter
- Jumlah tampungan : 70 juta meter kubik
- Penurunan setiap hari: 14 cm
- Pola standar elevasi : 171,73 meter
Sumber: Dari Berbagai Sumber Diolah
Penurunan volume air di Bendungan Wonorejo ini disebabkan beberapa faktor. Seperti influde air yang minim serta pengaliran irigasi secara terus-menerus. Tak hanya itu, penyusutan air juga diakibatkan oleh evaporasi atau penguapan air. “Untuk saat ini volume air menurun karena influde kita minim, tapi juga terus melayani irigasi ke hilir ditambah evaporasi atau penguapan air di bendungan,” ungkapnya.
Penurunan elevasi permukaan air di Bendungan Wonorejo tersebut diketahui mengalami penurunan sekitar 14 sentimeter (cm) setiap harinya. Kendati demikian, penurunan elevasi permukaan air tersebut masih sesuai dengan pola penyusutan. “Kan ada acuan operasi dari kementerian, untuk polanya elevasi di 171,73 meter, tapi untuk realisasi kita di 173,26 meter. Itu kita masih di atas pola, jadi masih aman,” ucapnya.
Diketahui, faktor musim juga memengaruhi penurunan elevasi permukaan air bendungan. Hal tersebut membuat minimnya influde air yang masuk ke Bendungan Wonorejo. Ditambah berkurangnya debit air di sungai-sungai yang ada di hulu. “Tidak ada influde, karena debit air yang di sungai hulu sudah berkurang, dan di hulu yang ada di Kali Song itu juga untuk pengambilan irigasi dan PDAM, sehingga di Bendungan Wonorejo tidak ada influde,” paparnya.
Disinggung ihwal lamanya penyusutan volume permukaan air di Bendungan Wonorejo, dia mengaku, pola di Perum Jasa Tirta (PJT) 1 di Bendungan Wonorejo terdapat dua pola yakni pola pengisian dan pelepasan air Bendungan. Menurutnya, pola pengisian air Bendungan dilakukan ketika memasuki musim hujan di bulan November hingga Mei. Kemudian, pola pelepasan dilakukan dari Juni hingga Oktober. “Ini memang memasuki pola atau fase pelepasan guna irigasi di musim kemarau ini. Nanti prediksinya sesuai dengan pola musim itu tadi,” pungkasnya. (ziz/c1/rka)
Baca Juga: Kecamatan Wates Darurat Kekeringan, 200 KK Sulit Akses Air Bersih
Editor : Anggi Septian A.P.