RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Puluhan tahun utamakan pelayanan bagi pasien, RSUI Orpeha Tulungagung kembali membawa gebrakan di HUT ke-29. Adapun pelayanan tersebut berupa kepengurusan akta kelahiran bagi ibunda yang melahirkan di RSUI Orpeha. Tak lain hal ini untuk senantiasa memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi pasien.
Direktur RSUI Orpeha Tulungagung, dr. H. Laitupa Abdulmutalib, Sp.PD, FINASIM mengatakan, 29 tahun Rumah Sakit Islam satu-satunya di Tulungagung ini senantiasa mengutamakan pelayanan bagi pasien. Tak hanya itu rumah sakit yang diresmikan langsung Gubernur Provinsi Jawa Timur Basofi Soedirman pada 1994 tersebut tidak memandang strata sosial maupun ekonomi dalam menangani pasien. “Kita telah 29 tahun berpegang teguh dengan semangat mengutamakan pelayanan bagi pasien. Apalagi pasien-pasien kita ini cendrung dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, jadi dalam melayani pasien tidak boleh memandang strata sosial maupun ekonomi harus tulus,” jelasnya Kamis (7/9).
Tak hanya itu, pada perayaan HUT ke-29 RSUI Orpeha Tulungagung ini juga memberikan pelayanan baru. Berupa pengurusan akta kelahiran bagi bayi-bayi yang lahir di RSUI Orpeha. Artinya ibu yang melahirkan di RSUI Orpeha Tulungagung, akan secara langsung mendapatkan akta kelahiran dari buah hatinya sehingga tidak perlu bersusah payah untuk mengurus kependudukan atau catatan sipil kembali. “Pelayanan baru ini berupa pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang lahir di RSUI Orpeha Tulungagung. Tentu saja program baru ini bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung,” ucapnya.
Peringatan HUT ke-29 RSUI Orpeha Tulungagung ini tidak hanya berhenti di situ, Ketua Panitia Peringatan HUT ke-29 RSUI Orpeha Tulungagung, dr. Hj. Aisyatul Mukminah, Sp.OG.K. mengatakan terdapat beberapa rangkaian acara pada peringatan HUT ke-29 RSUI Orpeha Tulungagung. Seperti tasyakuran mengirimkan doa untuk jasa-jasa para pendahulu dari berdirinya RSUI Orpeha Tulungagung.
Kemudian pada 16 September akan ada seminar keperawatan dan medis. Seminar tersebut guna meningkatkan pelayanan kepada pasien yang telah dipegang teguh selama puluhan tahun oleh RSUI Orpeha Tulungagung. “Lalu untuk 17 September akan ada bakti sosial yang akan diadakan di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo. Yang mana pada bakti sosial itu ada khitanan masal sekitar 15 hingga 20 pasien, pengobatan masal, dan santunan untuk duafa sebanyak 100 paket. Baru di 23 September itu seminar medis tentang penyakit gastroenteritis,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung, Nina Hartiani, SH mengungkapkan, kepengurusan akta kelahiran di RSUI Orpeha Tulungagung ini nantinya tidak akan lebih dari 1x24 jam. Artinya ketika perawatan pasca melahirkan usai dijalani, ibunda dapat langsung membawa akta kelahirannya. “Ya pastinya pelayanan ini memudahkan ibunda yang ingin melahirkan di RSUI Orpeha Tulungagung ini,” pungkasnya. (ziz/rka)
Baca Juga: 54 Destinasi Wisata di Kabupaten Blitar Belum Tergarap, Potensi PAD Melayang?
Editor : Anggi Septian A.P.