Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Akibat Bus Sekolah Tulungagung Tak Beroperasi Penuh, Wali Murid Pusing Mikir Jemput Anak

Mukhamad Zainul Fikri • Jumat, 8 September 2023 | 18:44 WIB

 

Siswa-siswi yang hendak menaiki bus sekolah.
Siswa-siswi yang hendak menaiki bus sekolah.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kebijakan baru pelayanan bus sekolah Tulungagung yang hanya mengantarkan siswa berangkat sekolah saja cukup disayangkan orang tua siswa. Mereka mempertanyakan alasan sebenarnya dari pengurangan dana operasional. Mengingat mereka sangat terbantu dalam aktivitas antar jemput setiap hari.

Seperti diungkapkan Anindya, wali murid dari Chintya Firsty salah seorang murid kelas X pada SMKN 1 Boyolangu yang selama ini menggunakan pelayanan bus sekolah. Dia mengaku kaget dengan adanya informasi bahwa pelayanan bus sekolah gratis yang selama ini dimanfaatkan anaknya untuk menimba ilmu dilakukan perubahan terhitung mulai Senin (11/9) depan. “Dapat informasi kalau bus sekolah tidak akan melayani penjemputan lagi mulai minggu depan, cukup kaget sih. Mau tidak mau kita harus memikirkan cara untuk menjemput saat pulang sekolah,” ungkap Anindya.

Menurut dia keberadaan bus sekolah gratis selama ini sangatlah membantu apalagi bagi siswa yang jarak antara rumah dan sekolahnya cukup jauh. Bagi orang tua siswa yang sama-sama bekerja, tentu juga sangat membantu karena hanya mengantarkan anaknya pada titik penjemputan yang telah ditentukan dimasing-masing wilayah. Saat pulang, wali murid juga hanya menjemput anaknya lagi pada titik penjemputan tersebut. “Selama ini saya hanya mengantarkan di titik penjemputan yang ada di Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo. Waktu pulang menjemputnya juga di situ,” jelasnya.

Anindya memprediksi kalau bus sekolah tidak mengantar saat pulang, bakal membuatnya cukup kerepotan. Jarak antara rumahnya yang ada di Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo berjarak cukup jauh dari sekolah anaknya di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Suaminya bekerja penuh waktu, dia sendiri juga bekerja di rumah serta masih memiliki putra yang masih balita. “Suami saya bekerja sampai pukul 16.00, sementara anak saya pulangnya sekitar pukul 14.30. Saya juga nyambi bekerja dirumah dan masih ada anak kecil. Jadi untuk menjemput dari Karangrejo ke Boyolangu itu sebenarnya cukup kesulitan,” tuturnya.

Sementara, putrinya yang belum menganjak 17 tahun itu juga belum diperbolehkan membawa kendaraan sendiri karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Sehingga, setelah Senin minggu depan dia harus memutar otak mencari cara agar untuk melakukan penjemputan kepada putrinya. “Inginnya sih bus sekolah masih tetap melayani penjemputan. Masa hanya karena anggaran saja harus diganti kebijakan itu,” harapnya.

Sementara, Chintya Firsty, putri Anindya mengungkapkan sudah ada pemberitahuan dari sopir bus sekolah yang setiap hari ia tumpangi bahwa mulai senin depan tidak ada layanan penjemputan. Menurut dia, sang sopir juga tidak menjelaskan alasan kenapa aturan baru itu diberlakukan. “Sudah ada pemberitahuan dari sopir bus sekolah itu, teman-teman lainnya juga telah mengetahui,” jelas Chintya.

Chintya melanjutkan selama ini pelayanan bus sekolah gratis di Tulungagung sudah bagus. Meski saat pemberangkatan harus berdesak-desakan dengan siswa lainnya karena jumlah siswa dengan jumlah armada yang ada masih belum seimbang. “Kalau bisa trayek bus sekolah yang melalui Kecamatan Karangrejo itu ditambah. Karena kalau pagi kita selalu berdesak-desakan dan selalu ada yang berdiri dari belakang sampai ke depan,” tutupnya.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mengeluarkan surat pemberitahuan yang ditujukan pada jajaran kepala sekolah dan wali murid siswa-siswi yang setiap harinya menggunakan jasa bus sekolah. Surat pemberitahuan yang dikeluarkan pada 29 Agustus itu pada intinya memberikan informasi terkait perubahan pelayanan bus sekolah karena minimnya anggaran yang tersedia. Bahkan sekarang tersisa Rp 20 juta dan tidak ada tambahan di PAK.(nul/rka)

Baca Juga: Program Bus Sekolah Belum Maksimal, Armada Minim, Kesulitan Di Daerah Pelosok

Editor : Anggi Septian A.P.
#tulungagung #bus sekolah #SMKN 1 Boyolangu