RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Masa kepemimpinan Bupati Maryoto Birowo serta Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo di Tulungagung praktis menyisakan waktu dua minggu saja. Meski begitu, nama penjabat (Pj) bupati yang dipilih pemerintah pusat untuk menakhodai kabupaten ini dalam masa transisi nanti masih menjadi misteri.
Ketua DPRD Tulungagung Marsono mengungkapkan, tidak ada bocoran sama sekali dari pemerintah pusat terkait nama Pj Bupati Tulungagung yang dipilih pada proses pencermatan yang dilakukan. Dengan begitu, belum bisa dipastikan juga apakah satu di antara tiga nama calon Pj bupati yang telah diusulkan lembaga tersebut ada yang terpilih atau tidak. “Karena karetnya rapi banget nih. Jadi tidak ada yang bocor (nama Pj terpilih),” ungkap pria asal Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang itu.
Marsono mengatakan masih menunggu setiap proses dan kelanjutan dari pencarian Pj Bupati Tulungagung. Hanya, yang terpenting dalam proses ini adalah siapa pun Pj bupati yang terpilih harus bisa meneruskan visi misi Bupati Tulungagung saat ini, yang masa pengabdiannya akan berakhir 25 September nanti. Dia juga memastikan setiap proses yang berjalan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada permainan di belakangnya. “Ini bukan domino ataupun kartu remi. Ini pemerintahan yang sah, tidak ada permainan (dalam pencarian Pj bupati),” tegasnya.
Di satu sisi, masih ada beberapa pekerjaan yang menunggu untuk dituntaskan Pj bupati nanti. Salah satunya adalah perihal peningkatan infrastruktur jalan. Marsono mengamini bahwa itu masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pihak eksekutif. “Kita tahu dong kalau infrastruktur ini belum tuntas. Tapi, saya rasa, kalau belum tuntas itu wajar karena tahun masih berjalan. Tapi, pembangunan harus kita kawal sesuai dengan porsi anggaran yang ada,” tutup Marsono.
Sementara itu, berdasarkan sumber tepercaya dari dalam Pemkab Tulungagung, nama Pj Bupati Tulungagung yang terpilih memang masih menjadi misteri. Dalam kalangan pemkab sendiri, belum ada yang mengetahui siapa yang terpilih diantara 9 nama calon Pj Bupati Tulungagung yang sebelumnya diajukan DPRD Tulungagung, Pemprov Jawa Timur, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Belum ada yang tahu kalau itu, Mas. Semuanya masih menunggu,” kata pria ramah tersebut.
Harapan besar masyarakat Tulungagung ditumpukan kepada Pj bupati yang nantinya terpilih. Meski masa kepemimpinannya hanya sekitar 1 tahun 4 bulan, bagaimanapun kebijakan yang akan diambil berpengaruh bagi kehidupan sosial masyarakat. Agaknya sebagian masyarakat juga lebih condong kepada calon Pj bupati yang diajukan DPRD Tulungagung. “DPRD Tulungagung itu kan wakil kita (masyarakat), jadi pilihan nama calon Pj yang diajukan lembaga itu saya yakin sudah dipikirkan secara matang sebelumnya. Dan nama-namanya pasti sudah punya kompetensi untuk bisa memimpin sebuah daerah,” jelas salah satu warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Purnomo.
Sebelumnya, ada tiga nama calon Pj yang diajukan DPRD Tulungagung kepada pemerintah pusat. Pertama adalah Sekda Tulungagung Sukaji, kemudian Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi, serta Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana Kemendes PDTT Agus Kuncoro. Selain tiga nama itu, Pemprov Jatim serta Kemendagri masing-masing mengusulkan masing-masing tiga nama untuk menjadi Pj Bupati Tulungagung.
Setelah terkumpul sembilan nama, pemerintah pusat melalui beberapa kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian melakukan pencermatan untuk memilih satu nama guna menjadi Pj Bupati Tulungagung dalam masa transisi mendatang. (nul/c1/rka)
Baca Juga: Senasib Dua Desa di Kecamatan Watulimo, Sama-sama Kehilangan Empat Warga
Editor : Anggi Septian A.P.