RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Api yang berkobar di Kantin Ma’had Pascasarjana UIN SATU Tulungagung ternyata diketahui beberapa mahasiswa setempat. Salah satunya Wildan. Dia sempat mendapati kepulan asap yang bersumber di samping Kantin Mulia Ma’had Pascasarjana tersebut. Ketika menikmati hidangannya kepulan asap tersebut semakin membesar hingga muncul api sehingga membuatnya melaporkan hal tersebut ke Dinas PMKP Tulungagung.
Diketahui sempat ada upaya pemadaman sederhana yakni dengan selang dan dua tabung APAR sebelum tim pemadam tiba di lokasi. “Kondisinya sudah ada asap. Ketika mau makan pemilik kantin teriak melihat api di samping kantin, langsung saya laporkan ke tim pemadam. Sempat ada upaya pemadaman sederhana sebelum tim pemadam tiba. Ya hanya dengan selang dan dua tabung APAR,” jelas Wildan.
Di sisi lain, pemilik Kantin Mulia Ma’had Pascasarjana, Leni menaksir kerugian yang terjadi akibat peristiwa kebakaran tersebut berkisar Rp 10 juta. Kendati demikian pihaknya merasa bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Pasalnya pada jam-jam tersebut merupakan jam efektif perkuliahan dari mahasiswa pascasarjana.
“Ya kerugiannya sekitar Rp 10 juta. Tetapi ya alhamdulillah tidak mengenai anak-anak, karena ini kan jam efektif perkuliahan. Yang penting apinya bukan berasal dari kantin,” tutupnya. (ziz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana