Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

JLS Jadi Sarang Hewan Langka dan Nyaris Punah, DLH Tulungagung: Tentu Ada Tindak Lanjut

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 16 September 2023 | 18:00 WIB
Suasana Pantai Sanggar di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung,  Tulungagung yang masih alami.
Suasana Pantai Sanggar di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung yang masih alami.

 

TULUNGAGUNG- Hewan langka dan nyaris punah di sekitar jalur lintas selatan (JLS) masih ditemukan. Yakni penyu jenis lekang di Pantai Sanggar, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung.

Ternyata Pantai Sanggar yang dekat JLS ini bakal dijadikan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang potensial.

“Keberadaan penyu di Pantai Sanggar dan dekat JLS ini, kami selaku pengelola KEE tentu ada harapan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung Santoso.

KEE bisa diartikan sebagai kawasan bernilai ekosistem penting yang berada di luar Kawasan Suaka Alam (KSA). Maka DLH sangat berharap ada tindaklanjut dari upaya konservasi penyu ini.

Dia mengaku, tindaklajut ini bisa dari pihak Pertamina lewat bakti sosialnya yang bisa dikerjasamaka dengan Pemkab Tulungagung.

“Masih banyak yang perlu dikerjasamakan dengn Pertamina, selain di Pantai Sanggar yang membuatkan lokasi konservasi untuk penyu,” jelasnya.

Terkait sektor wisata dan tempat pelestarian hewan di Pantai Sanggar, memang perlu mendapatkan perhatian semua pihak.

“Dengan adanya Pertamina, tentu bisa membantu percepatan pembangun sarana dan Prasarana di Pantai Sanggar ini, baik wisata mupun tempat pelestarian penyu,” katanya.

Di samping itu , dari pihak desa akan diajak berdiskusi dengan Pemkab Tulungagung, agar program-program ini bisa berjalan.
Jika ada hambatan, akan mendapatkan dukungan sepenuhnya olah pemerintah desa.

“Terus kordinasi dengn pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Tentu dengan keberadaan penyu sekitar JLS terutama di Pantai Sanggar, perlu kerjasama dengan semua pihak, agar tetap lestari.

Termasuk yang sudah dilakukan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis), pihak desa, DLH, BKSDA, dan Pertamina, memulai kolaborasi pelestarian penyu di sekitar JLS.

Kini tinggal bagaimana kolaborasi ini terus terjalin, sehingga pelestariannya tergolong berhasil. “JLS tetap bisa dibangun, tapi pelestarian lingkungan tak ditinggalkan,” katanya.

Dia mengaku, ketika Pantai Sanggar ada lokasi penyu bertelur, memang ada regulasi khusus. Sektor wisata dan pelestarian alam harus dipisah di sekitar JLS .
Apalagi di Tulungagung ini ada 60 kilometer garis pantai yang dilewati JLS dengan 20 pantai. Maka masih banyak potensi wisata pantai lainnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#JLS