Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ada Desa di Tulungagung Jadi Pusat Warung Kopi Grasak, Pagi sampai Malam Tak Pernah Sepi Pembeli

Rendy Cahyo Pratama • Sabtu, 16 September 2023 | 21:30 WIB
NIKMAT: Tampilan kopi grasak khas Tulungagung yang memiliki banyak pelanggan di daerah pedesaan.
NIKMAT: Tampilan kopi grasak khas Tulungagung yang memiliki banyak pelanggan di daerah pedesaan.

TULUNGAGUNG- Tulungagung dikenal sebagai kabupaten dengan seribu warung kopi. Lokasinya pun tersebar di setiap desa.

Beragam cita rasa kopi disajikan untuk bisa dinikmati para pelanggan ketika nongkrong.

Dari ribuan warung kopi, sedikit memiliki kekhususan dalam cita rasa tradisional.

Tidak terkecuali warung kopi di Desa Sukwiyono, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, yang memiliki ciri unik yang disebut kopi grasak.

Kopi grasak ini berbeda dengan kopi lain, karena proses penyajian masih meninggalkan butir-butir biji kopi.

Jadi untuk bisa menikmati kopi grasak ini, pembeli pesan dengan harga Rp 4 ribu.

Dari penjual akan memberikan langsung karena proses penyajiaan cepat.

Kopi grasak dan gula sudah disiapkan penjual tinggal memberikan air mendidih.

Lantas disajikan di gelas cangkir, topping kopi grasak ini sangat terlihat penuh.

Eits, jangan buru-buru untuk diminum. Aduk terlebih dulu dengan sendok kecil, dan biarkan butiran kopi larut.

Jika Anda tak sabar untuk minum, usai diaduk segera singkirkan biji kopi dan bisa diminum.

Karena unik dan cita rasa khas, apalagi proses pembuataanya masih tradisional. Wajar banyak memiliki pelanggan.

Termasuk Rendy C yang setiap hari tak lupa untuk nongkrong sambil ngopi.

Dia yang rumahnya berdekatan dengan lokasi warung kopi, jadi tak membuat sulit untuk menjangkau.

Meski berkali-kali datang, pemuda 19 tahun ini tak pernah bosan untuk nongkrong di warung kopi grasak.

Dia mengaku, alasan tetap betah nongkrong di warung kopi grasak, selain jenis kopinya, suasana sangat mendukung.

Lokasi warung kopi grasak berada di pinggir desa sehingga dekat dengan sawah dan kebun milik warga.

"Sejuk di warung kopi grasak, sederhana tapi ada banyak pohon tinggi sehingga nyaman," ujar karyawan swasta tersebut.

Selain pohon tinggi, pengunjung warung kopi grasak bisa menikmati aliran sungai kecil di sekitarnya.

Di desa tersebut, ada lima lebih lokasi warung kopi grasak yang saling berdekatan.

Meski saling berdekatan, jumlah pengunjung tetap ramai di lokasi masing-masing warung.
"Masing-masing punya pelanggan dan tak pernah sepi. Buka pagi dan tutup sekitar pukul 12.00 malam tak pernah libur," ujarnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kopi #tulungagung