Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tak Bisa Diterima Petani Tulungagung, Ribuan Ton Pupuk Urea Bersubsidi Balik Kucing ke Pusat

Mukhamad Zainul Fikri • Minggu, 17 September 2023 | 13:00 WIB

Salah satu gudang milik kelompok tani di Tulungagung sedang menata pupuk urea bersubsidi. 2 ribu ton pupuk tersebut dikembalikan ke pemerintah pusat karena tak terserap.
Salah satu gudang milik kelompok tani di Tulungagung sedang menata pupuk urea bersubsidi. 2 ribu ton pupuk tersebut dikembalikan ke pemerintah pusat karena tak terserap.

TULUNGAGUNG - Alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea yang diberikan pemerintah pusat kepada petani di Tulungagung akhirnya tidak terserap maksimal. Pada akhir September ini, total 3.451 ton alokasinya akan dikembalikan lagi ke negara. Ribuan ton pupuk subsidi itu balik kucing karena sudah tidak ada lagi petani yang bisa didaftarkan sebagai penerimanya.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki membeberkan sebenarnya total keseluruhan alokasi pupuk subsidi jenis urea yang didapatkan petani Tulungagung adalah 30.499 ton. Dari proses input data petani dengan luasan baku lahan masing-masing pada e-Alokasi yang telah dilakukan, ternyata kebutuhannya hanyalah 27.048 ton saja. “Kita menunggu sampai akhir September nanti dan akan kita kembalikan ke negara. Karena memang tidak bisa kita ambil (Alokasinya) karena sudah tidak ada petani yang bisa didaftarkan lagi,” jelasnya.

Baca Juga: PPDB Universitas Airlangga di Desa Bulus, Lakukan Pengembangan Desa Mandiri Pupuk Melalui Metode Takakura

Pengembalian pupuk subsidi ke pemerintah itu sebenarnya bukanlah sebuah masalah. Karena biasanya, sisa alokasi pupuk subsidi dari suatu daerah akan diberikan ke daerah lain yang notabene masih kekurangan. Yang megatur itu domainnya adalah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Okky memastikan hal itu tidak akan mengurangi alokasi yang pupuk urea subsidi didapatkan di tahun depan.

“Tapi biasanya yang diberikan berbasis dengan penyerapan ditahun sebelumnya. Jadi mungkin tahun depan alokasi urea yang didapatkan berkisar pada 27 ribu ton itu dan itu masing-masing petani sudah tahu berapa alokasi pupuk subsidi yang dia dapatkan,” terang Okky, -sapaan akrabnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Petani Cabai di Blitar Berang

Namun pada prinsipnya, pupuk subsidi yang diberikan pemerintah berbasis luasan lahan yang ada. Sehingga dari luasan lahan pertanian di Tulungagung ini, asumsinya kebutuhan pupuk Urea bersubsidinya memang 27.048 ton untuk sekitar 97 ribu petani. Menurut Okky, saat ini pun, Kementan juga tengah berusaha mencari formulasi agar pupuk subsidi bisa didapatkan petani yang benar-benar membutuhkan. (nul/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#Petani tulungagung #urea subsidi #pupuk