TULUNGAGUNG- Pemilik warung kopi grasak di Tulungagung tentu sangat sibuk dengan hilir mudik para pembeli.
Jumlah kopi yang dibutuhkan sangat fantastis untuk memenuhi penggemar kopi di pedasaan.
Mereka para pemilik warung pun harus sering-sering mengambil cangkir kopi milik pembeli yang sudah meninggalkan lokasi warung.
“Kami terbatas untuk cangkir hanya ratusan, jadi kalau tidak kita segera ambil, akan kurang untuk pembeli lainnya,” ungkap salah satu pengelola warung kopi grasak Muhamad Mujaidin alias Gendon.
Dia mengaku, tidak menghitung secara pasti berapa pengunjung yang datang. Sebab silih berganti.
Untuk jumlah cangkir pun ratusan masih belum bisa mencukupi. “Kalau pelanggar mendekati ribuan, ramai hari libur, pagi sampai malam,” tandas pria 44 tahun itu.
Dia mengaku, untuk kopi dibutuhkan kopi dua kuintal setiap minggu. Kopi dari Lampung.
Padahal permintaan sangat tinggi, namun karena jumlah tenaga terbatas, sehingga tidak bisa buka cabang.
Terkait keunikan kopi grasak ini memang ada. Biji kopi ketika disiram air akan ke atas atau mirip toping.
Selain itu, tidak ada campuran, sehingga rasa kopi sangat terasa. ”Ya grasak itu sengaja tidak dibuat lembut,” ungkap pria berjnggot ini.
Baca Juga: Khasiat Kopi yang Jarang Diketahui, Bisa Cegah Diabetes
Cara masuk air pun masih menggunakan kayu bakar, agar ada kesan tradisional tetap terjaga. “Terpeting cara mencampur kopi dicangkir itu pas,” cetusnya.
Bagaimana sejarah kopi grasak di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo ini ? Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Namun sejak masih kelas 4 SD sudah ada warung kopi grasak. Lokasi pertama ini di sekitar jalan Raya Sukowiyono-Karangrejo.
“Mungkin sudah lebih dari 30 tahun ada kopi grasak di desa ini. Ya dulu memang di sini suak ngopi kalau longgar,” ungkapnya.
Baca Juga: Memahami Makna Kesempurnaan dari Novel Filosofi Kopi Karya Dee Lestari
Dengan perkembangan zaman, muncul sejumlah warung kopi grasak di desa tersebut hingga kini.
Diperkirakan ada lebih dari enam lokasi warung kopi grasak yang lokasinya tidak berjauhan.
Terkait harga secangkir kopi hanya Rp 3 ribu. Itupun saat sangat murah, dibandingkan dengan harga kopi setiap kilogram.
Selain kopi, ada minuman lain yang dibutuhkan para pembeli, teh, minuman kemasan, es, dan lain-lain.
Editor : Didin Cahya Firmansyah