TULUNGAGUNG - Menjelang turun tahta, Bupati Tulungagung merombak 602 kursi pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung pada Selasa (19/9). Jabatan yang selama ini sempat kosong, akhirnya sudah terisi seluruhnya.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjelaskan, perombakan yang dilakukan mendekati akhir masa jabatannya ini sudah mendapatkan restu Gubernur Jawa Timur. Sekaligus untuk menunggu para aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki usia pensiun agar posisi yang ditinggalkan bisa diisi dengan yang lainnya. “Jadi memang kita jadikan satu agar lebih praktis. Daripada setelah kita lantik, lalu ada yang memasuki usia pensiun,” jelasnya.
Total 602 pejabat tersebut telah dilantik dan diambil sumpah janjinya di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Secara rinci, yang dilantik ada 51 pejabat struktural, 517 pejabat fungsional, 5 orang pejabat fungsional yang mendapat tambahan tugas sebagai kepala UPT, serta 29 orang pejabat fungsional dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. “Sifatnya adalah rotasi dan promosi. Sekarang sudah lengkap, sementara ini sudah penuh semua, tidak ada jabatan yang kosong,” ungkap Maryoto.
Dia berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menunjukkan dedikasinya dalam bekerja, siapa pun pejabat pembina kepegawaiannya nanti. Termasuk saat Tulungagung dinakhodai penjabat (Pj) bupati saat masa transisi nanti. Total 602 pejabat itu harus mencintai pekerjaannya sehingga pekerjaannya bisa lebih bagus setelah ini. “Artinya mereka harus memiliki disiplin yang tinggi, kinerjanya baik. Personel itu jangan takut akan pimpinannya, tapi takutlah pada tugas dan tanggung jawabnya,” pesan Maryoto.
Sekadar diketahui, beberapa pejabat yang mendapatkan posisi baru adalah Esti Purwanti sebagai Inspektur Pembantu I pada Inspektorat Tulungagung, Eko Priadi sebagai Camat Besuki, Setiono sebagai Camat Pagerwojo, Eko Kenis Yulianto sebagai Camat Boyolangu, dan Novi Cahyo Putranyo sebagai Camat Sendang.
Sementara pada siang harinya, Maryoto juga melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) masa bakti 2023-2028 dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) masa bakti 2021-2026. “Di Tulungagung ini, masyarakatnya bersifat multilateral, berbagai pemeluk agama ada di sini. Sehingga perlu peran dari FKUB ataupun FKDM,” jelas Maryoto usai melaksanakan pelantikan pengurus FKUB dan FKDM.
Dia menyebut, dua lembaga tersebut diharapkan bisa memberikan pembinaan untuk masyarakat Tulungagung. Apalagi menjelang tahun politik, nasihat-nasihat kedua lembaga itu diperlukan untuk memberikan deteksi dini terkait potensi gesekan antarmasyarakat. “Masyarakat itu perlu dilakukan pembinaan dan pengarahan, jangan sampai terpecah belah hanya karena kepentingan politis. Pendataan kewaspadaan dini berbagai hal yang terjadi di masyarakat juga sangat diperlukan,” jelasnya. (nul/c1/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana