Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rencana Pelebaran Trase Tol Kediri- Tulungagung Kemungkinan Akan Nyaplok Lebih Banyak Lahan

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 4 Oktober 2023 | 18:02 WIB

 

Ilustrasi jalan yang terdampak pembangunan tol Kediri-Tulungagung.
Ilustrasi jalan yang terdampak pembangunan tol Kediri-Tulungagung.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Luasan lahan di Tulungagung yang terdampak pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung dimungkinkan akan bertambah. Kini, tim pengadaan tanah masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri– Tulungagung, Ferry Saragih, mengaku bahwa akan ada penambahan pelebaran trase yang dilalui oleh proyek tersebut terlepas dari penlok sebelumnya. Dengan begitu, beberapa lahan atau bangunan yang sebelumnya tidak terdampak, dimungkinkan akan ikut terkepras dan terdampak pembangunan tersebut.

Ferry belum mengetahui berapa luasan penambahan trase baru ini. Hal itu masih dibahas oleh pihak pemrakarsa dengan beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum penlok terbaru penambahan trase muncul.

Dia menjelaskan, sebelum terbit penlok akan ada tahapan perencanaan, dilanjut sosialisasi ke masyarakat, kemudian konsultasi publik. Ketika dalam konsultasi publik tidak ada sanggahan yang masuk, maka perencanaan tambahan trase itu bisa ditetapkan penloknya.

“Sementara saya belum dapat informasi (luasan penambahan trase jalan tol Kediri-Tulungagung), yang jelas itu penambahan pelebaran,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tulungagung itu.

Sebenarnya, jika ada masyarakat yang keberatan dengan rencana penambahan trase itu, maka bisa melakukan sanggahan saat tahapan konsultasi publik.

Keluhan masyarakat terdampak tidak akan digubris oleh pihak pelaksana jika usulannya sesudah penlok turun. “Kemarin itu juga ada yang usul perubahan trayek karena sebagian bangunan miliknya terdampak. Itu tidak bisa dilakukan karena sudah penetapan lokasi,” jelas Ferry. “Kalau sudah sampai pada penlok, artinya pada saat konsultasi publik itu tidak ada sanggahan dari masyarakat,” sambungnya.

Dia tidak bisa memastikan kapan penlok dari Pemprov Jatim akan turun. Hingga kini, yang dilakukan adalah menunggu penugasan dari Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Timur untuk menindaklanjuti pelimpahan pengadaan tanah proyek strategis tersebut.Ketika nanti penlok sudah turun, tim dipastikan akan langsung bergerak untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur yang dinanti-nanti masyarakat itu.

Pengadaan tanah untuk trase tambahan ini akan sama seperti yang sebelumnya dilakukan. Yakni, mulai dari pengukuran tanah, bangunan, maupun tegakan di atasnya yang dilaksanakan oleh satgas A dan satgas B. Kemudian, ada proses appraisal, sosialiasi ke masyarakat, hingga pembayaran ganti untung. (nul/c1/din)

Baca Juga: Warga Karangrejo Masih Menunggu Kejelasan Ganti Untung Proyek Tol TA-Kediri

Editor : Anggi Septian A.P.
#tol kediri tulungagung #proyek #trase