Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelebaran Tol Kediri-Tulungagung Bakal Makan 6,1 Hektare (Ha) Lahan Lagi, Makin Banyak yang Kena Dampak

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 5 Oktober 2023 | 18:30 WIB

 

 

SARANA PUBLIK: Tol Kediri-Tulungagung memasuki wilayah Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, kemarin (4/10).
SARANA PUBLIK: Tol Kediri-Tulungagung memasuki wilayah Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, kemarin (4/10).

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pelebaran trase pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung memapras lagi 6,1 hektare (ha) lahan di Tulungagung terlepas dari penetapan lokasi (penlok) yang pertama.

Seluruh masyarakat terdampak trase baru itu juga sudah setuju tanpa ada satu pun sanggahan dilontarkan dalam konsultasi publik yang dilaksanakan pada Rabu (4/10) kemarin.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Linanda Krisni Susanti menyebut, dalam 6,1 ha itu ada sekitar 596 bidang tanah milik masyarakat hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung yang bakal digunakan untuk proyek strategis nasional tersebut. Jumlah bidang yang banyak lantaran trase tambahan ini membentang sepanjang 14 desa/kelurahan yang dilalui pada penlok pertama.

“Penambahan lahan itu di kiri maupun kanan sepanjang trase kalau di Kabupaten Tulungagung. Kemudian, ada lagi pembebasan lahan untuk kaki-kaki jembatan bagi jalan desa yang terdampak. Itu belum terakomodasi pada penlok pertama kemarin,” jelas Linanda.

Akibat dari penambahan trase ini, dia meyakini ada masyarakat yang benar-benar baru terdampak. Kendati jika dipersentasikan masih lebih banyak masyarakat yang pada tahap pertama kemarin sudah terdampak, atau ada tambahan lahan miliknya yang akan digunakan untuk proyek tersebut. “Tipikal bidang warga Tulungagung dan Kediri itu cenderung tidak lebar. Karena bidangnya sedikit-sedikit itu, makanya (bidang) yang terkena menjadi banyak,” katanya.

Penambahan trase baru itu pada prosesnya sudah dilakukan konsultasi publik terhadap masyarakat terdampak dari Tulungagung pada Rabu (4/10) kemarin. Kemudian, hari ini akan dilanjutkan dengan konsultasi publik kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Kediri.

Linanda membeberkan, seluruh masyarakat terdampak di Tulungagung telah membubuhkan tanda tangan persetujuan dengan trase baru yang memapras lahan mereka.

“Tadi seluruh masyarakat yang terdampak sepakat atau mendukung terkait rencana penambahan jalan tol tahap dua. Tadi (kemarin, Red) berjalan sangat cepat, masyarakat juga sudah menandatangani berita acara persetujuannya semua,” ungkapnya.

Kini, Linanda dan tim tinggal menunggu penlok penambahan trase ini dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Melihat tidak ada sanggahan dari masyarakat saat konsultasi, perempuan berkacamata itu memprediksi penlok akan secepatnya turun. Perkiraannya bulan November atau paling akhir pada Desember tahun ini penlok tahap kedua sudah turun.

Baca Juga: Masjid As-Sholihin, Saksi Bisu Perkembangan Islam di Desa Punjul, Kena Dampak Proyek Tol Kediri-Tulungagung

“Kalau semuanya berjalan dengan baik seperti hari ini, tentu penlok akan cepat turun. Tapi kalau di tempat lain ada sanggahan, itu mungkin membuat penlok tidak bisa cepat turun,” katanya.

Jika penlok tahap kedua ini sudah turun, tahapnya bisa dilanjutkan pada proses pelaksanaan. Dengan satgas A dan satgas B yang akan diturunkan kembali untuk melakukan inventarisasi, identifikasi, sampai pengukuran masing-masing bidang termasuk bangunan atau tanaman tegakan yang berdiri di atasnya.

“Mulai dari awal lagi, seperti proses yang kita lakukan pada penlok tahap pertama kemarin. Nah, setelah itu rampung, barulah hasilnya akan diumumkan lagi kepada masyarakat terdampak,” tutupnya. (nul/c1/din)

Baca Juga: Turun Gunung, Satgas Identifikasi Pembebasan Lahan Tol Kediri- Tulungagung

Editor : Anggi Septian A.P.
#tol kediri-tulungagung #tulungagung #pelebaran trase