TULUNGAGUNG-Secara administratif Masjid Makam ini terletak di Dusun Krajan, Desa macan Bang Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.
Komplek Masjid Makam ini berbentuk horizontal yang terbagi menjadi dua yaitu masjid dan makam. Di sebelah bangunan Masjid terdapat makam yang dikelilingi pagar batu bata.
Pada pagar ini terdapat pintu kayu yang menghubungkan halaman masjid dengan komplek makam. Dalam makam tersebut, batu nisan sebagian ditulisi dengan huruf Arab dan Jawa Baru.
Dibagian Tengah komplek makam terdapat sebuah cungkup yang dinyatakan bahwa tokoh yang dimakamkan disana disebut dengan nama Sunan Kuning, yang menjadi cikal bakal sekaligus penyebar agama Islam di daerah tersebut, pendiri desa Macan Bang. Sedangkan tiga makam yang berada disekitarnya merupakan para kerabat dari Sunan Kuning.
Makam Sunan Kuning tersebut sampai saat ini masih dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Untuk memasuki cungkup Makam Sunan Kuning harus melewati gapura dengan pintu kayu setinggi 1 meter.
Untuk itu orang yang ingin masuk harus mlaku ndodok (berjalan dengan sikap jongkok). Sampai saat ini Masjid tersebut masih digunakan untuk beribadah masyarakat sekitar dan Makamnya masih dugunakan sebagai tempat untuk berziarah. Sebagian pengunjungnya juga menggunakan makam tersebut untuk sebagai tempat menenangkan diri.
Latar Belakang Sejarah
Sunan kuning adalah cikal bakal sekaligus penyebar agama islam di Macan Bang. Keterangan lain menyebutkan bahwa yang pertama menjumapai masjid makam tersebut (sehingga disebut masjid makam tiban) adalah seorang menantu Kyai Ageng Besari dari Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, ketika menjalankan misi disana.
Kyai Ageng Besari merupakan seorang tokoh yang desanya menerima perdikan dari Sunan Pakubuwono II, karena jasa-jasanya ketika Sunan Pakubuwono II melarikan diri dari Geger Pecinan pada tahun 1743 ( Gonggong, 1993 ).
Diduga bahwa setidak-tidaknya masjid makam itu telah ada pada pertengahan abad XVIII. Keberadaan situs tersebut membantu pengenalan kaan berbagai kesejarahan Islamm di Tulungagung. Dari segi arsitekturalnya, dapat dikenali berbagai hal yang menunjukkan bentuk masjid dan makam kuno yaqng dikenal pada masnya.
Baca Juga: Menilik Sejarah Peradaban Islam di Tulungagung, Makam Kyai Bedalem
Latar Belakang Budaya
Sejak dahulu masjid tersebut digunakan sebagai tempat untuk menjalankan ibadah bagi pemeluk agama Islam. Dibelakang masjid terdapat tempat makam dari tokoh cikal bakal Dasa Macan Bang yang sekaligus sebagai penyiar agama Islam disana.
Keberadaan situs tersebut menurut masyarakat dianggap membawakan berkah. Disamping itu, mereka tetap[ berkeingina untuk menjadika masjid tersebut sebagai tempat untuk menenangkan diri. Berbagai kegiatan yang dapat menganggu ketenangan selalu dihindari.
Hal itu dapat dilihat dari tidak adanya bangunan yang terdapat disekeliling tembok bangunan komplek situs, yang mana pemukiman disana memiliki jarak yang lumayan jauh dari radius masjid makam.
Editor : Didin Cahya Firmansyah