Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Antisipasi Karhutla Akibat Kemarau Panjang, Kebijakan ini yang Diambil BPBD Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Minggu, 8 Oktober 2023 | 13:30 WIB

GEGAS: Tim gabungan pada saat memadamkan api di Gunung  Budheg secara manual, Senin.
GEGAS: Tim gabungan pada saat memadamkan api di Gunung Budheg secara manual, Senin.

TULUNGAGUNG – Kewaspadaan pada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wajib semakin ditingkatkan.

Pasalnya kemarau di Kota Marmer bakal berlangsung hingga Maret 2024. Tak mustahil hal ini membuat BPBD Tulungagung bakal mengaktifkan kembali alias switch on desa siaga bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak mengatakan, pihaknya akan menerapkan Desa Siaga Bencana untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

Penerapan tersebut sejalan dengan intruksi dari Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno.

“Ya sesuai dengan instruksi, kita akan kembali berlakukan untuk mengaktifkan kembali desa siaga bencana sebagai antisipasi karhutla di musim kemarau ini,” jelasnya.

Baca Juga: Dalam Sebulan Ini Gunung Budheg Sudah 4 Kali Kebakaran, Apa Sih Sebabnya?

Berdasarkan data terakhir, pada September saja telah terjadi sebanyak 6 karhutla di Tulungagung. Secara rinci, pada Jumat (8/9/2023) karhutla di sisi utara Gunung Bolo akibat membakar dahan kering.

Sedangkan pada Minggu (10/9/2023) karhutla di Dusun Blumbang Desa/Kecamatan Campurdarat akibat membakar dahan kering di hutan; Selasa (19/9/2023) karhutla di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu akibat bakar sampah.

Selain itu, pada Senin (25/9/2023) karhutla di Dusun Kendit Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat akibat bakar sampah; Jumat (29/9/2023) karhutla di Desa Betak, Kecamatan Kalidawir akibat bakar sampah.

Terakhir terjadi pada Sabtu (30/9/2023) karhutla di Desa Blendis, Kecamatan Gondang.

Lanjut dia, musim kemarau di Tulungagung diperkirakan akan berlangsung hingga November. Bahkan terbaru musim kemarau ini akan berlangsung hingga Maret tahun depan.

Mengetahui hal tersebut menurutnya penting untuk kembali mengaktifkan desa siaga bencana tersebut.

“Apalagi berdasarkan prediksi terbaru musim kemarau ini akan berlangsung hingga Maret tahun depan. Jadi ya kita perlu antisipasi,” ucapnya.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Kini Giliran Hutan di Ngantru Trenggalek yang Terbakar

Penerapan kembali desa siaga bencana ini akan menyasar wilayah-wilayah rawan. Adapun seperti wilayah pegunungan yang banyak ditumbuh tanaman sementara.

“Ya seperti wilayah pegunungan di selatan itu. Ya di wilayah itu kan juga banyak tumbuh tanaman sementara sehingga berpotensi terjadinya karhutla,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan tersebut untuk waspada terhadap ancaman karhutla.

Yang mana karhutla sendiri dapat dipicu dengan hal-hal kecil yang kerap disepelekan.

“Kita sudah sosialisasi juga jangan sembarang membuang puntung rokok sembarangan. Ya kalau musim kemarau hal-hal kecil seperti itu bisa memicu karhutla,” tutupnya. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#karhutla #tulungagung #kemarau #bpbd tulungagung #kebakaran lahan