TULUNGAGUNG– Pemprov Jawa Timur saat ini tengah berproses membahas penentuan lokasi (penlok) jalan tol Kediri–Tulungagung untuk tahap kedua. Pematangan konsep prakonstruksi juga sedang dipersiapkan. Tidak lama setelah itu, pekerjaan fisiknya benar-benar bisa dimulai.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung memang menjadi salah satu fokus dari Pemprov Jatim. Pada prosesnya, tim yang dibentuk saat ini tengah fokus mempersiapkan penlok tahap kedua untuk pelebaran trase.
Sementara terkait penlok pertama tol Kediri-Tulungagung yang telah diterbitkan lebih dulu, tim pengadaan tanah juga sedang berproses untuk pembebasan lahan pada bidang tanah yang dilewati proyek strategis nasional itu.
“Masih dipetakan, karena nantinya ada lahan-lahan dalam kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terdampak. Kita juga memastikan pelaksanaan pembangunan tol Kediri-Tulungagung ini lancar,” jelas Emil.
Mantan Bupati Trenggalek itu memastikan jika proses pengadaan lahan sudah rampung, pembangunan fisik untuk jalan tol Kediri-Tulungagung tidak akan ditunda-tunda lagi. Dalam waktu yang terus berjalan ini, kematangan prakonstruksi sedang dibahas secara mendalam sebelum pekerjaan konstruksi benar-benar dimulai.
Emil juga optimistis jika progres dari proyek tol Kediri-Tulungagung akan sesuai skedul yang ditetapkan. “Melihat progres Bandara Kediri yang sangat baik, mudah-mudahan progres tol Kediri-Tulungagung ini juga tidak terlalu lama,” katanya saat berkunjung ke Tulungagung pada Jumat (7/10/2023) lalu.
Lalu terkait rencana proyek strategis nasional (PSN) lainnya, pembangunan jalan tol Tulungagung–Bitar–Kepanjen (Agungblijen), Emil mengungkapkan itu akan tetap dilakukan pengawalan. Belum ada langkah konkret yang dilakukan untuk pembangunan itu karena yang menjadi fokus terlebih dahulu adalah jalan tol Kediri–Tulungagung.
“Kita pastikan dulu kualitas jalan untuk alur transportasi dari Tulungagung, Blitar, maupun Malang dalam keadaan yang baik dulu. Agar memperlancar arus, utamanya bagi kendaraan-kendaraan dengan dimensi besar,” katanya.
Sebenarnya, banyak agenda pembangunan yang akan dilakukan di Tulungagung. Terlepas dua pembangunan tol Kediri-Tulungagung, ada lagi pembangunan Selingkar Wilis yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).
Pengembangannya didasarkan pada peraturan presiden (perpres) nomor 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi pada kawasan Gerbang Kertosusila, Kawasan Bromo– Tengger–Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
“Bagian bawah Selingkar Wilis sudah ada beberapa pembangunan yang nyambung. Nah ini pada Selingkar Wilis bagian atas, dana alokasi khusus (DAK) untuk itu sebenarnya juga bisa didorong,” pungkasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah