Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk : Hari Ini Puncaknya, Mengenang RM Djajeng Koesoemo di Balik Babad Desa

Intan Puspitasari • Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:36 WIB

 

TANGKAS: Peserta seni tradisional tiban saat saling beradu di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Senin (9/10).
TANGKAS: Peserta seni tradisional tiban saat saling beradu di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Senin (9/10).

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, terjadi hari ini. Desa yang dipimpin Kepala Desa Demuk, Suwari, SPd., MM., genap berusia 130 tahun. Sesuai sejarahnya, Desa Demuk resmi berdiri sejak 10 Oktober 1893, silam. RM Djajeng Koesoemo adalah sosok di balik babad Desa Demuk.

Hari ini, Selasa (10/10), pada agenda puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, ada agenda ziarah ke Astana Pura Laya atau Makam RM Djajeng Koesoemo, dan sarasehan keluarga besar RM Djajeng Koesoemo, bersama tokoh dan masyarakat Desa Demuk di Rumah Budaya Poerbo Koesoemo.

Selain itu, menjelang puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, digelar seni tradisional tiban di Lapangan Poerbo Koesoemo, mulai Senin (9/10) hingga hari ini. Kemarin, adu ketangkasan menyabetkan pecut mempertemukan para pelestari seni tradisional tiban dari wilayah Tulungagung dan Blitar. "Besok (hari ini, Red) semakin ramai, karena ada peserta tiban dari wilayah Trenggalek dan Kediri," ungkap Kepala Desa Demuk, Suwari, SPd., MM.

Rangkaian agenda dengan tema Berkarya dalam Keberagaman Menuju Demuk Bersatu dan Maju, berlangsung meriah. Kemarin, selain gelaran seni tradisional tiban juga ada malam tirakatan dan pentas kesenian jedor di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Senin (9/10) malam.

Sebelumnya banyak agenda yang digelar dalam rangkaian 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk. Misalnya, Jumat (6/10) malam, ada kemeriahan lomba ronda thethek antar RT yang diikuti sebanyak 58 kelompok, yang berasal dari 9 RW dari 4 dusun yang ada di Desa Demuk, yakni Dusun Demuk, Dusun Kasrepan, Dusun Rowoagung, dan Dusun Gajahoyo. Kemudian, ada kajian ilmiah Nahdlatul Ulama Karesidenan Kediri di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Sabtu (7/10); battle sound system di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Sabtu (7/10) hingga Minggu (8/10).

Setelah agenda puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, masih ada agenda pembacaan Yasin dan tahlil di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Kamis (12/10) malam dan Jumat (13/10). Di akhir pekan, ada pengajian akbar Gus Iqdam di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Sabtu (14/10) malam. Kemudian sebagai penutup adalah agenda karnaval mulai SDN 03 Demuk di Jalan Raya Pucanglaban, hingga Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Senin (16/10). (ynu)

Editor : Intan Puspitasari
#Pucanglaban #Desa Demuk #130 Tahun