RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, berlangsung lancar pada Selasa (10/10/2023). Kemarin, menandai usia Desa Demuk tepat 130 tahun, sejak pertama berdiri pada 10 Oktober 1893.
Kirab pusaka dan ziarah ke Astana Pura Laya atau Makam RM Djajeng Koesoemo dan keluarga, digelar sejak pagi.
Agenda dilanjutkan sarasehan keluarga besar RM Djajeng Koesoemo, bersama tokoh dan masyarakat Desa Demuk di Rumah Budaya Poerbo Koesoemo.
Selain itu, momen puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, juga ada peresmian dan penyematan nama untuk kentongan di halaman Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat. Yakni, Bende Kyai Tunggul Naga.
"Harapannya, melalui rangkaian agenda hari ini Desa Demuk bisa seperti moto kami, Berkarya dalam Keberagaman Menuju Demuk Bersatu dan Maju," jelas Kepala Desa Demuk, Suwari, SPd., MM.
Camat Pucanglaban, Yudi Irwanto, sangat mengapresiasi rangkaian agenda 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk.
Sebab, banyak potensi yang ditunjukkan oleh masyarakat dalam berbagai agenda selama ini.
"Jangan kaget kalau Desa Demuk nanti menjadi jujukan beberapa desa antar kabupaten maupun luar provinsi. Dengan menggali budaya yang dimiliki, harapannya Desa Demuk semakin moncer," ungkapnya.
Kemarin gelaran seni tradisional tiban di Lapangan Poerbo Koesoemo, masih berlanjut untuk hari terakhir, setelah dimulai sejak Senin (9/10/2023).
Adu ketangkasan menyabetkan pecut mempertemukan para pelestari seni tradisional tiban dari wilayah Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan Kediri.
Sebelumnya banyak agenda yang digelar dalam rangkaian 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk.
Misalnya, Jumat (6/10/2023) malam, ada kemeriahan lomba ronda thethek antar RT yang diikuti sebanyak 58 kelompok, yang berasal dari 9 RW dari 4 dusun yang ada di Desa Demuk, yakni Dusun Demuk, Dusun Kasrepan, Dusun Rowoagung, dan Dusun Gajahoyo.
Kemudian, ada kajian ilmiah Nahdlatul Ulama Karesidenan Kediri di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Sabtu (7/10/2023); battle sound system di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Sabtu (7/10/2023) hingga Minggu (8/10/2023).
Selain itu, juga ada malam tirakatan dan pentas kesenian jedor di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Senin (9/10/2023) malam.
Setelah agenda puncak 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, masih ada agenda pembacaan Yasin dan tahlil di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat, pada Kamis (12/10/2023) malam dan Jumat (13/10/2023).
Di akhir pekan, ada pengajian akbar Gus Iqdam di Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Sabtu (14/10/2023) malam.
Kemudian sebagai penutup adalah agenda karnaval mulai SDN 03 Demuk di Jalan Raya Pucanglaban, hingga Lapangan Poerbo Koesoemo, pada Senin (16/10/2024). (ynu)
Editor : Intan Puspitasari