Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ada Makna Besar di Balik Nama Tulungagung

Didin Cahya Firmansyah • Kamis, 12 Oktober 2023 | 14:00 WIB
Alun-alun Tulungagung adalah titik temu favorit warga untuk bersantai, berkumpul, atau sekadar menikmati sore dan malam yang syahdu.
Alun-alun Tulungagung adalah titik temu favorit warga untuk bersantai, berkumpul, atau sekadar menikmati sore dan malam yang syahdu.

 

TULUNGAGUNG - Tersimpan banyak cerita legenda yang kaya akan nilai nilai budaya dan sejarah yang tersimpan di Tulungagung.

Kabupaten Tulungagung yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur ini menyimpan situs dan prasasti yang menceritakan tentang peradaban yang dimulai dari zaman pra sejarah hingga peninggalan  kolonial.

Pemerhati sejarah, Muhammad Abdillah Subhin mengatakan ada era sebelum nama Tulungagung dipakai wilayah ini dikenal sebagai Kabupaten Ngrowo, ada nama yang tercatat di sekitarnya.

Yaitu Kabupaten Gemak, Kalangbret, dan Wonorejo, yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Kata Tulungagung merupakan sumber air besar berada di tengah rawa- rawa, yang kemudian pada masa Mataram Islam ditutup dan dibangun peradaban baru yaitu yang sekarang bernama Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.

Dia melanjutkan, jika diambil dari zaman Mataram Kuno dan Mataram Islam, banyak ratu dan bangsawan yang menyempatkan diri untuk “khalwah” (melakukan perenungan sebagai upaya manunggal dengan Allah) di daerah Tulungagung.

Karena tempat ini adalah tempat mustajabah dari namanya. “Jika ditarik dari kesimpulan nama “Tulung dan Agung” atau memohon pertolongan kepada Sang Agung juga terkait dengan ditemukannya makam KH Abu Mansur yang diterjemahkan dalam bahasa Arab yaitu Abu Mansur yang berarti orang yang ditolong,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Saiful Mustofa, akademisi UIN SATU. Menurut dia, Tulungagung itu merupakan kabupaten atau wilayah yang penuh dengan sejarah. Tanah haram (tanah suci), tempat pendarmaan tokoh besar seperti Sri Rajapatni Gayatri.

Secara historis, Tulungagung pada masa lampau sudah melewati berbagai zaman Singasari, Majapahit, Demak, sampai dengan Mataram Islam. Hal itu bisa dilacak pada Prasasti Mula-Malurung (1255) dan Kakawin Negarakertagama (1365).

“Dua peninggalan sejarah itu menyebut nama Kalangbret yang ketika era Kadipaten Ngrowo sempat menjadi pusat pemerintahan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung Achmad Mugiyono mengatakan, pada dasarnya di balik nama Tulungagung ini banyak menyimpan makna yang luar biasa.

Dapat diambil dari kisah Dewi Gayatri dalam usia mudanya ikut mencetuskan Bhineka Tunggal Ika.

“Saya berpesan kepada para pemuda Tulungagung terus maju dan berkembang. Mengingat kabupaten kita ini memiliki garis sejarah yang besar dengan makna yang luar biasa. Maka kita sebagai pemuda juga harus percaya sumber pertolongan yang agung bagi para pejuangnya. ,” tuturnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #sejarah tulungagung #babad tulungagung