Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Beri Pantun dan Disambati Warga saat Hadir di Tulungagung

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 22:30 WIB

 

WEJANGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadiri penandatanganan perjanjian kerjasama  gapoktan tebu, bank, BUMN, serta pabrik gula, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Sabtu (14/10/2023).
WEJANGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadiri penandatanganan perjanjian kerjasama gapoktan tebu, bank, BUMN, serta pabrik gula, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Sabtu (14/10/2023).

TULUNGAGUNG-Pantun dan sambatan warga terkait jalan membuat riuh undangan ketika Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa hadir di Kabupaten Tulungagung.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat itu menghadiri penandatangan perjanjian kerjasama gapoktan tebu, dengan bank, BUMN, serta pabrik gula, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (14/10/2023).

Saat didapuk memberikan sambutan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini nyeletuk memberikan pantun ke tamu undangan dari gabungan kelompok tani (gapoktan), bank, sejumlah Kepala Dinas Pemprov Jatim, Pj Bupati Tulungagung beserta jajaran.

"Jalan-jalan ke Taman Bungkul, Warga Rejotangan I Love You Full," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika mengawali sambutan.

Di samping itu, juga terungkap sebelum perjalanan ke lokasi pabrik gula, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat turun mobil dan disambati warga terkait kondisi jalan.

Dia pun mengutarakan kepada tamu undangan, bahwa kriteria jalan ada masing-masing. Yakni jika lebar jalan 3-4 meter milik pemerintah kabupaten (pemkab), jalan ukuran 7-8 meter milik pemprov, dan jalan nasional melebihi ukuran tersebut.

Nah di Desa Tanen ini merupakan wilayah Pemkab Tulungagung. "Nanti diharapkan tahun akan datang, dari Pemkab Tulungagung bisa memberikan solusi untuk perbaikan," ujar Mantan Mensos tersebut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun menyempatkan dan mengajak tamu undangan untuk bersalawat.

 " Terkait pergulaan, kalau petani punya 1 hingga 3 hektare lahan tebu, bisa terkumpul sekitar 15 ribu hektare di kawasan sekitar Tulungagung. Yakni di Tulungagung selatan, Trenggalek, Blitar selatan," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada awak media usai acara tersebut.

Artinya, kata dia, itu merupakan sesuatu yang menarik. Apalagi jika diinisiasi ada sekitar 100 pabrik gula sugar brown (gula semut atau gula merah) yang ada di Tulungagung.

Dia menambahkan, dari Tulungagung ini bisa jadi referensi untuk pertebuan dan gula. Adanya pabrik gula di Desa Tanen bisa giling sepanjang tahun.

"Biasanya pada Mei hingga Juni musim giling tebu, tapi di Tulungagung sepanjang tahun atau anytime," katanya.

Dengan begitu butuh update teknologi dan ilmu tanam sebagai referensi jika diterapkan di daerah lain.

Ditunjang harga sugar brown lebih mahal dibandingkan gula kristal. Jadi potensi untuk dikembangkan. Selain pasar domestik, sugar brown ini juga ekspor ke Korea dan Eropa.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#khofifah indar parawansa #gubernur jatim #tulungagung #pabrik gula